Dinas Peternakan Gelar Sosialisasi Biosecurity Cegah PMK

Dinas Peternakan Kabupaten Sukabumi Gelar Sosialisasi Terkait Pengendalian dan Pencegahan Penyakit Mulut dan Kuku (PMK) pada Ternak Papi di Wilayah VI Jampangkulon

Seputarankita.com – SUKABUMI – Dinas Peternakan Kabupaten Sukabumi menggelar sosialisasi terkait pengendalian dan pencegahan Penyakit Mulut dan Kuku (PMK) pada ternak sapi di Wilayah VI Jampangkulon, Rabu (22/1/2025).

Kegiatan tesebut digelar untuk meningkatkan kewaspadaan terhadap potensi masuknya wabah PMK yang dapat merugikan sektor peternakan, terutama peternak sapi di wilayah tersebut.

Sosialisasi diikuti 25 orang peserta yang berasal dari petugas Dinas Peternakan dan pelaku usaha ternak seperti pedagang sapi.
Kegiatan diselenggarakan di UPTD Pusat Kesehatan Hewan (Puskeswan) Wilayah VI Jampangkulon.

Narasumber menghadirkan Kepala Bidang Kesehatan Hewan dan Kesmavet Dinas Peternakan Kabupaten Sukabumi, drh. Hendri Harianto. Dia memberikan penjelasan rinci tentang langkah-langkah yang harus diambil untuk mencegah dan mengendalikan PMK.

Hendri Harianto mengingatkan pentingnya memperhatikan prosedur yang ketat saat membeli ternak sapi dari luar daerah. Setiap sapi yang dibawa masuk ke Kabupaten Sukabumi harus dilengkapi dengan surat kesehatan hewan dari otoritas yang berwenang, dan wajib divaksinasi PMK sebelum diperbolehkan masuk ke dalam wilayah.

Hendri Harianto mengingatkan pentingnya memperhatikan prosedur yang ketat saat membeli ternak sapi dari luar daerah. Setiap sapi yang dibawa masuk ke Kabupaten Sukabumi harus dilengkapi dengan surat kesehatan hewan dari otoritas yang berwenang, dan wajib divaksinasi PMK sebelum diperbolehkan masuk ke dalam wilayah.

“Selain itu, setelah vaksinasi, hewan ternak harus dipisahkan dari ternak lainnya selama 14 hari untuk memastikan tidak ada penularan,” terangnya.

Sosialisasi ini juga menekankan pentingnya kebersihan kandang dan penggunaan disinfektan untuk mencegah penyebaran penyakit. Hendri Harianto mengungkapkan, “Jika ada gejala-gejala PMK pada sapi, segera laporkan ke Puskeswan Kecamatan Surade untuk mendapatkan penanganan yang tepat,” kata dia.

BACA JUGA:  Oknum ASN Pemkab Sukabumi Dilaporkan ke Polisi Usai Terjaring Perselingkuhan di Hotel

Kepala UPTD Peternakan Wilayah VI Jampangkulon, Gun Gun, memberikan apresiasi terhadap kegiatan sosialisasi ini. Meskipun hingga saat ini belum ada kasus PMK yang terdeteksi di wilayahnya. Dia menegaskan bahwa sosialisasi ini sangat penting sebagai langkah antisipasi dini untuk menjaga agar penyakit tidak masuk ke daerah tersebut.

“Dengan adanya kegiatan ini, diharapkan kesadaran peternak dan masyarakat terhadap pengendalian penyakit mulut dan kuku semakin tinggi, sehingga upaya preventif terhadap wabah ini dapat lebih efektif di wilayah VI Jampangkulon yang dikenal sebagai sentra peternakan sapi potong,” ujarnya. UM

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *