seputarankita.com – Antusiasme tinggi mewarnai gelaran Job Fair Sukabumi 2026 di Politeknik Sukabumi, Sabtu, 25 April 2026.
Ribuan pencari kerja memadati lokasi sejak pagi, memburu peluang dari puluhan perusahaan yang membuka rekrutmen secara langsung.
Event tersebut menjadi bukti nyata gerak cepat Pemerintah Kota Sukabumi dalam menekan angka pengangguran melalui kolaborasi lintas sektor.
Bersama Disnaker, dunia pendidikan, dan mitra swasta seperti PT Nusaraya, job fair ini menghadirkan 20 perusahaan dengan ragam lowongan kerja.
Wali Kota Sukabumi Ayep Zaki menegaskan, langkah ini bukan sekadar seremoni, tetapi bagian dari strategi berkelanjutan membuka akses kerja seluas-luasnya.
“Kami ingin masyarakat benar-benar merasakan hadirnya pemerintah dalam membuka peluang kerja,” tegasnya.
Sementara itu, Kepala Disnaker Kota Sukabumi Punjul Saepul Hayat menyebutkan, total ada sekitar 45 bidang pekerjaan yang ditawarkan, mulai dari sektor manufaktur, konstruksi, hingga otomotif. Bahkan, peluang kerja ke luar negeri juga tersedia.
“Minat masyarakat luar biasa. Sekitar 1.600 pelamar tercatat mendaftar, meski diperkirakan 800 orang mengikuti seleksi langsung karena satu orang bisa melamar di beberapa posisi,” jelasnya.
Ia menegaskan, job fair ini menjadi salah satu jurus utama untuk menekan pengangguran di Kota Sukabumi yang masih tergolong tinggi.
Apalagi, kota ini terus menjadi magnet pendatang dengan angka migrasi mencapai sekitar 12.000 orang per tahun.
Suasana di lokasi pun tampak dinamis. Para pencari kerja terlihat aktif mendatangi stan perusahaan, berkonsultasi, hingga langsung mengikuti tahapan seleksi.
Momentum ini sekaligus menunjukkan kuatnya koneksi antara dunia pendidikan, industri, dan pemerintah.
Ke depan, Pemkot Sukabumi tak ingin berhenti di sini. Agenda job fair akan digelar rutin hingga empat kali dalam setahun, dengan jadwal terdekat pada Juni atau Juli 2026.
Dengan semangat “Sukabumi untuk Indonesia”, pemerintah optimistis langkah ini mampu mempercepat penyerapan tenaga kerja sekaligus mendorong pertumbuhan ekonomi daerah. UM





