RLPPD Pemkot Sukabumi SPM Kesehatan di Hari Jadi ke-111, Capaian 2024 Naik Signifikan

Pemkot Sukabumi Berkomitmen Tingkatkan Kualitas Layanan Kesehatan Masyarakat. Laporan Realisasi Penyelenggaraan Pemerintahan Daerah (RLPPD) Terkait Standar Pelayanan Minimal (SPM) di Bidang Kesehatan Menunjukkan Peningkatan Signifikan

Seputarankita.com – SUKABUMI – Pemerintah Kota (Pemkot) Sukabumi terus berupaya meningkatkan kualitas layanan kesehatan bagi masyarakat. Laporan Realisasi Penyelenggaraan Pemerintahan Daerah (RLPPD) terkait Standar Pelayanan Minimal (SPM) di bidang kesehatan menunjukkan peningkatan signifikan dalam berbagai indikator pada tahun 2024 dibandingkan dengan tahun sebelumnya.

Beberapa layanan bahkan telah mencapai 100%, mencerminkan komitmen Pemkot Sukabumi dalam memastikan akses kesehatan yang merata bagi seluruh warganya. Berdasarkan data tahun 2023 dan 2024, sejumlah layanan kesehatan telah mencapai cakupan maksimal.

Pelayanan kesehatan ibu hamil, ibu bersalin, bayi baru lahir, balita, penderita diabetes melitus, penderita tuberkulosis, serta warga yang berisiko terinfeksi HIV semuanya telah mencapai 100% pada tahun 2024. Selain itu, terjadi peningkatan signifikan dalam layanan kesehatan bagi usia pendidikan dasar dari 95,79% pada 2023 menjadi 100% pada 2024.

Pelayanan bagi usia produktif melonjak dari 67,79% menjadi 97,96%, sementara cakupan layanan bagi penderita hipertensi naik dari 84,13% menjadi 100%. Di sisi lain, pelayanan bagi warga dengan gangguan jiwa berat meningkat dari 89,36% menjadi 95,90%.

Untuk mendukung pencapaian tersebut, Pemkot Sukabumi mengalokasikan anggaran yang bersumber dari APBD dan DAK Non Fisik. Pemenuhan upaya kesehatan perorangan dan kesehatan masyarakat mendapatkan anggaran tetap sebesar Rp463.095.000 pada tahun 2023 dan 2024.

Beberapa layanan kesehatan spesifik juga menerima pendanaan yang signifikan. Misalnya, pelayanan kesehatan ibu bersalin memiliki anggaran Rp318.650.000 dengan realisasi Rp305.577.000, sedangkan pelayanan bayi baru lahir memperoleh alokasi Rp181.712.640 dengan realisasi Rp180.660.052.

Selain itu, pelayanan kesehatan balita mendapat anggaran Rp15.305.000 dengan realisasi penuh. Layanan kesehatan untuk warga usia pendidikan dasar memiliki anggaran Rp400.700.000 dengan realisasi Rp393.505.000.

Sementara untuk usia produktif dialokasikan Rp45.800.000 dengan realisasi Rp45.560.000. Layanan kesehatan bagi warga lanjut usia menerima anggaran Rp45.800.000 dengan realisasi Rp36.820.000, sedangkan untuk penderita hipertensi dialokasikan Rp28.600.000 dengan realisasi Rp28.340.000.

BACA JUGA:  Kembalikan Fungsi Destinasi Wisata, Warung di Citepus Dibongkar

Fokus utama lainnya adalah layanan bagi penderita diabetes melitus dengan anggaran sebesar Rp440.480.000 dan realisasi Rp428.602.000. Pelayanan kesehatan perorangan mendapatkan alokasi Rp20.000.000 dengan realisasi penuh.

Upaya Kesehatan Masyarakat (UKM) juga menjadi prioritas dengan anggaran Rp673.242.200 dan realisasi Rp668.225.750. Sementara itu, layanan kesehatan bagi warga yang berisiko terinfeksi HIV dialokasikan Rp256.000.000 dengan realisasi penuh.

Di luar layanan langsung kepada masyarakat, Pemkot Sukabumi juga mengalokasikan anggaran besar untuk menunjang fasilitas kesehatan. Penyediaan obat, bahan habis pakai, vaksin, makanan, dan minuman di fasilitas kesehatan mendapat alokasi Rp6.645.155.130 dengan realisasi Rp6.568.761.534.

Sementara itu, pengadaan alat kesehatan dan alat penunjang fasilitas medik memiliki anggaran Rp8.194.556.090, dengan realisasi Rp7.916.624.963 yang bersumber dari DAK Fisik, DBHCHT, serta insentif fiskal. Laporan ini menunjukkan bahwa Pemkot Sukabumi telah berhasil meningkatkan cakupan layanan kesehatan secara signifikan.

Dengan pencapaian yang semakin optimal, pemerintah daerah berkomitmen untuk terus meningkatkan kualitas layanan dan efektivitas penggunaan anggaran. Selain itu, Pemkot juga akan terus melakukan evaluasi agar cakupan layanan semakin luas dan lebih merata di seluruh wilayah Sukabumi.

Melalui strategi yang tepat, optimalisasi anggaran, serta peningkatan layanan kesehatan yang berkelanjutan, Kota Sukabumi semakin memperkuat perannya dalam menciptakan masyarakat yang sehat dan sejahtera. Keberhasilan ini menjadi bukti nyata bahwa akses kesehatan yang berkualitas merupakan prioritas utama dalam pembangunan daerah. UM

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *