seputarankita.com – Bahasa Sunda kini mulai dikenal di berbagai negara melalui komunitas diaspora, mahasiswa Indonesia, serta program-program budaya yang digagas oleh pemerintah dan organisasi swadaya masyarakat. Upaya ini menjadi bagian dari diplomasi budaya untuk melestarikan identitas lokal sekaligus memperkenalkan kekayaan budaya Indonesia di kancah global.
Salah satu contoh nyata adalah kegiatan komunitas warga Sunda di Belanda dan Jepang yang rutin mengadakan kelas bahasa Sunda, pertunjukan seni tradisional seperti rampak kendang dan tari jaipong, serta diskusi budaya melalui platform daring. Komunitas ini tidak hanya diikuti oleh orang Indonesia, tapi juga warga lokal yang tertarik mempelajari budaya Nusantara.
“Bahasa Sunda adalah salah satu kekayaan bangsa yang tak ternilai. Saat ini sudah ada lebih dari 100 peserta dari berbagai negara yang ikut kelas daring kami setiap minggu,” kata Ajeng Rukmana, koordinator komunitas Sunda di Tokyo, Jepang.
Dukungan juga datang dari Kementerian Pendidikan, Kebudayaan, Riset, dan Teknologi melalui program “Bahasa Daerah Go Internasional” yang diluncurkan sejak 2023. Program ini memfasilitasi kolaborasi antara pengajar bahasa daerah dan lembaga pendidikan luar negeri, termasuk workshop kebudayaan di universitas-universitas di Asia dan Eropa.
“Bahasa Sunda mulai menjadi topik riset linguistik di beberapa universitas di Australia dan Jerman. Ini pencapaian yang luar biasa bagi pelestarian bahasa ibu,” ujar Dr. Siti Maryani, peneliti bahasa dari Universitas Padjadjaran.
Tak hanya dalam bentuk akademik, pengenalan budaya Sunda juga dibantu oleh para YouTuber dan influencer diaspora yang memproduksi konten belajar bahasa Sunda, cerita rakyat, hingga vlog kuliner khas seperti peuyeum, lotek, dan nasi timbel. Konten-konten ini mendapat sambutan positif, terbukti dari peningkatan jumlah penonton dari luar negeri, terutama dari Malaysia, Korea Selatan, dan Amerika Serikat.
Upaya ini sekaligus menjadi momentum penting mengingat UNESCO mengimbau pelestarian bahasa-bahasa daerah yang terancam punah. Dengan semakin dikenalnya bahasa Sunda di luar negeri, diharapkan generasi muda — baik di tanah air maupun diaspora — semakin bangga menggunakan dan melestarikan bahasa ibunya.
“Semoga dengan makin dikenalnya bahasa Sunda di dunia, kita juga semakin sadar untuk mencintai dan memakainya dalam kehidupan sehari-hari,” pungkas Ajeng.





