seputarankita.com – Upaya Pemerintah Kota Sukabumi dalam menangani persoalan sampah kini tengah menemui ganjalan serius. Program unggulan Satu Truk Satu Kelurahan (Satsatlur) diprediksi tidak akan berjalan optimal menyusul rusaknya delapan unit truk pengangkut sampah milik Dinas Lingkungan Hidup (DLH).
Wakil Wali Kota Sukabumi, Bobby Maulana, mengonfirmasi kondisi tersebut. Ia menegaskan telah memberikan instruksi khusus kepada jajaran DLH agar segera mengambil langkah cepat untuk memperbaiki armada yang mati suri tersebut.
“Benar, ada delapan truk pengangkut sampah di DLH dalam kondisi rusak. Saya telah memerintahkan agar keberadaan truk sampah tersebut segera diperbaiki secepatnya,” ujar Bobby Maulana kepada awak media.
Menurut Bobby, program Satsatlur sebenarnya diproyeksikan untuk mengantisipasi penumpukan sampah di wilayah pemukiman warga secara rutin. Ia berharap perbaikan armada ini bisa mempercepat pemulihan sistem pengangkutan sampah di lapangan.
Dampak dari kendala armada ini mulai dirasakan langsung oleh masyarakat, terutama yang tinggal di sekitar Tempat Pembuangan Akhir (TPA) Cikundul. Warga di Kampung Saluyu, Kelurahan Situmekar, kembali mengeluhkan bau busuk yang kian menyengat seiring meningkatnya volume sampah.
Data mengejutkan diungkapkan oleh Wakil Ketua DPRD Kota Sukabumi, Rojab As’syari. Ia menyebutkan bahwa beban TPA Cikundul sudah berada pada titik yang sangat mengkhawatirkan.
“Setiap hari sekitar 190 ton sampah masuk ke TPA Cikundul. Saat ini, ketinggian gunungan sampah sudah mencapai kurang lebih 20 meter. Ini jelas harus menjadi perhatian serius,” tegas Rojab.
Menanggapi situasi ini, pihak legislatif mendesak Pemerintah Kota Sukabumi untuk tidak hanya melakukan upaya patchwork atau perbaikan sementara. Rojab meminta pemkot lebih fokus dan serius dalam menangani polusi dan dampak lingkungan agar tidak mengganggu kesehatan masyarakat.
“Kondisi ini tidak boleh dibiarkan berlarut. Pemkot harus segera melakukan langkah konkret, terukur, dan berkelanjutan. Dampak lingkungan dan polusi ini jangan sampai semakin meluas,” pungkasnya.
Hingga berita ini diturunkan, warga berharap percepatan perbaikan truk pengangkut dapat segera dilakukan agar sampah tidak tertahan lebih lama di pemukiman dan pengelolaan di TPA Cikundul dapat lebih tertata.Bim





