SeputaranKita.com, Sukabumi Seorang pengamen di Kota Sukabumi harus meregang nyawa, usai dikeroyok empat orang karena dituduh mencuri Hand Phone.
Dalam keterangan persnya, Kapolres Sukabumi Kota AKBP Rita Suwadi, menjelaskan kronologi kejadian ,para pelaku dihadapan penyidik mengaku melakukan pengeroyokan karean kesal hingga menyebabkan korban tewas.
Lanjut dia, Korban dianiaya, dengan cara dibanting, dibenturkan ke dinding dan dipukul pada bagian wajah serta tubuh.
“Berawal dari hilangnya handphone salah satu pelaku yakni MJY yang sedang di cas,” Kata Rita. Kamis (8/8/2024).
Diketahui, MJY merupakan tukang parkir dibilangan Jl A Yani Kota Sukabumi, Mencurigai LFH lah yang mencuri HP pelaku.
” MJY kemudian melakukan pencarian terhadap korban. LFH kemudian ditemukan di depan City mal, pada Sabtu (04/08/2024) malam di depan City Mal,” ungkap Rita.
Lanjut Rita, Sebelum menganiaya korban, pelaku sempat menginterogasi LFH.
Namun MJY, Tak puas atas pengakuan korban karena tidak mengetahuinya.
“Pelaku membawa LFH ke Jalan Cikiray, dan memibta bantuan pelaku lainnya, yakni HS , JA an ES untuk ikut membantu,” ucapnya.
Mereka kemudian, secara bersama-sama dan bergantian menghajar pelaku hingga tewas.
“Melihat korban tak berdaya, korban ditinggalkan begitu saja,”kata Rita.
Sementara itu, Kasatreskrim Polres Sukabumi Kota AKP Bagus Panuntun menambahkan Pelaku MJY, ini kerja serabutan dan sering nongkrong di lokasi kejadian.
“Awalnya warga takut melapor, karena pelaku cukup disegani. Dan enggan melaporkan karena takut dijadikan saksi,”ungkap Bagus.
Lanjutnya, dan masyarakat juga tahunya, korban merupakan pencuri karena sudah digiring opininya oleh pelaku.
“Melihat korban dipukuli, warga sekitar cuek saja karena dijelaskan pelaku yang dianiaya itu adalah pencuri, padahal mereka main hakim sendiri” ketus Bagus.
Alasan pelaku menganiaya korban, karena melihat bukti cctv bahwa korban yang berprofesi pengamen ini mengambil HP pelaku.
“Kejadian hilang HP cukup lama, dicarilah korban tersebut berdasarkan melihat bukti cctv tadi. Setelah ketemu korban, di tempat kejadian korban ditanyai dan dipukuli bersama-sama dipaksa mengakui perbuatannya,”bebernya.
Bagus tak menampik, pihaknya masih melakukan pendalaman apakah korban memang pelaku pencurian apa bukan.
“Karena bukti CCTV nya tidak jelas, terkait pencurian yang dilakukan korban. Karena korban tidak mengakui hingga akhirnya pelaku melakukan penganiayaan,”pungkasnya.





