TPA Overload, Pemkot Sukabumi Jalin Kerja Sama PT SCG dan PLTU

Dinas Lingkungam Hidup Kota Sukabumi terus berinovasi untuk menyelesaikan persoalan sampah yang sudah overload / FT: UM

SeputaranKita.com -Pemerintah Kota Sukabumi melalui Dinas Lingkungan Hidup (DLH) terus mencari solusi atas persoalan sampah yang kian mendesak.

Kondisi Tempat Pembuangan Akhir (TPA) yang sudah melebihi kapasitas mendorong Pemkot menjalin kerja sama dengan PT SCG Semen Jawa serta pembangkit listrik tenaga uap (PLTU) dalam pengelolaan sampah berbasis teknologi.

Kepala Bidang Penataan dan Penaatan Perlindungan dan Pengelolaan Lingkungan Hidup (P4LH) DLH Kota Sukabumi, May Widyastutie, mengatakan bahwa persoalan sampah kini menjadi isu serius, tidak hanya di daerah tetapi juga secara nasional.

Bahkan, kondisi TPA di Kota Sukabumi saat ini dinilai sudah sangat mengkhawatirkan. Karena sudah tidak mampu menampung jumlah sampah yang ada.

“TPA kita sudah overload. Kalaupun luas TPA akan ditambah itu sudah tidak mungkin, mengingat luas Kota Sukabumi hanya 48,33 kilometer persegi,” ujarnya.

Menurutnya, perlu pendekatan baru dalam penanganan sampah, salah satunya melalui penerapan teknologi seperti Waste-to-Energy (WtE), yakni proses mengubah limbah menjadi energi yang dapat dimanfaatkan, baik listrik, panas, maupun bahan bakar.

Ia menjelaskan, kerja sama dengan PT SCG Semen Jawa difokuskan pada pengolahan sampah organik menjadi bahan bakar alternatif melalui sistem Refuse Derived Fuel (RDF).

Sementara itu, kolaborasi dengan PLTU diarahkan untuk pemanfaatan energi hasil olahan sampah tersebut.

Selain itu, Pemkot Sukabumi juga tengah menyiapkan proyek percontohan pembangunan fasilitas pengolahan sampah RDF yang terintegrasi dengan Tempat Pengolahan Sampah Reduce, Reuse, Recycle (TPS3R).

Langkah ini diharapkan mampu menekan volume sampah yang masuk ke TPA.

May menegaskan, penyelesaian persoalan sampah tidak bisa hanya bergantung pada pemerintah. Perlu keterlibatan semua pihak, termasuk masyarakat, melalui kebiasaan memilah sampah dari sumbernya.

Ia juga mengapresiasi kegiatan Workshop dan Pameran Ekonomi Kreatif yang digelar di Ponpes Al-Fath yang dirangkaikan dengan kerja sama bersama Badan Riset dan Inovasi Nasional (BRIN).

BACA JUGA:  Wabup Iyos Ikuti Peluncuran Laporan Perekonomian Indonesia 2024 Secara Virtual

Kegiatan tersebut dinilai sebagai langkah awal dalam membangun kesadaran dan inovasi pengelolaan sampah berbasis ekonomi sirkular.

“Persoalan sampah adalah tanggung jawab bersama dan harus dimulai dari diri kita masing-masing,” pungkasnya. UM

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *