Ayep Zaki Gandeng Jaksa dan Polisi, Pastikan Bansos Beras 20 Kg Sampai ke Tangan Warga Miskin

seputarankita.com – Wali Kota Sukabumi, Ayep Zaki, mengapresiasi penyaluran bantuan pangan dari pemerintah pusat, termasuk melalui Perum Bulog, yang dinilai menjadi langkah konkret dalam membantu masyarakat rentan.

Bantuan tersebut menyasar sebanyak 37.356 Penerima Bantuan Pangan (PBP) atau kepala keluarga yang masuk dalam kelompok desil 1, 2, dan 3.

Setiap penerima mendapatkan dua kali alokasi berupa total 20 kilogram beras serta minyak goreng kemasan sebanyak 4 liter.

“Bantuan ini sangat membantu masyarakat, terutama dalam memenuhi kebutuhan pokok,” ujar Ayep usai menghadiri pembukaan sosialisasi penyaluran bantuan pangan periode Februari–Maret di Hotel Horison Sukabumi, Selasa, 7 April 2026.

Lebih lanjut dia menjelaskan, data penerima bantuan bersumber dari Dinas Sosial dan Pekerja Sosial Masyarakat (PSM).

Dalam pelaksanaannya, proses distribusi hingga pengawasan dilakukan secara terpadu bersama aparat penegak hukum dan pemerintah daerah.

“Koordinasi antara pemerintah daerah, kepolisian, dan kejaksaan ini merupakan langkah positif untuk memastikan bantuan tepat sasaran sekaligus menekan angka kemiskinan ekstrem,” tegasnya.

Lebih lanjut, ia menegaskan komitmen pemerintah daerah untuk terus bersinergi dengan pemerintah pusat.

Langkah tersebut sebagai bagian intervensi, termasuk penguatan program berbasis APBD. Targetnya, angka kemiskinan di Kota Sukabumi dapat ditekan hingga 1 persen setiap tahun.

Upaya tersebut juga didukung melalui berbagai skema, seperti program perlindungan sosial daerah, dukungan filantropi melalui skema qardhul hasan, hingga bantuan rutin dari pemerintah pusat, provinsi, dan kabupaten/kota.

Sementara itu, Pimpinan Cabang Bulog Cianjur yang juga membawahi Sukabumi Raya, Yanto Nurdiyanto, mengungkapkan adanya peningkatan signifikan jumlah penerima bantuan.

Dari sebelumnya sekitar 20.000 penerima, kini meningkat menjadi 37.356 penerima berdasarkan data dari Kementerian Sosial.

“Bulog bertugas menerima data, menyiapkan komoditas, serta mendukung sosialisasi penyaluran. Kami memastikan bantuan tersalurkan tepat waktu, tepat kualitas, dan tepat sasaran,” ujarnya.

BACA JUGA:  Ketua PWI Sukabumi Desak SKPD Digitalisasi Data Pembangunan Secara Real-Time

Ia menambahkan, beras yang disalurkan merupakan Cadangan Pangan Pemerintah (CPP) dengan kategori beras medium hasil serapan dari petani lokal. Komoditas tersebut didistribusikan sesuai Harga Eceran Tertinggi (HET) sebesar Rp13.500 per kilogram.

Program ini diharapkan menjadi salah satu instrumen efektif dalam menjaga ketahanan pangan sekaligus mempercepat penurunan angka kemiskinan ekstrem di Kota Sukabumi. UM

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *