Seputarankita.com – SUKABUMI – Detasemen Khusus 88 Anti Teror (Densus 88 AT) melakukan penggeledahan di rumah terduga teroris berinisial HJ, seorang pria berusia 56 tahun yang tinggal di Kabupaten Sukabumi, Jawa Barat.
Dalam penggerebekan yang berlangsung pada Jumat, 27 Desember 2024, Densus 88 mengamankan sejumlah barang bukti penting, termasuk senjata api berbentuk pena, hand gun, dan beberapa butir peluru.
Total ada 32 barang bukti yang ditemukan di kediaman HJ yang berada di Desa Sukamaju, Kecamatan Sariwangi, Kabupaten Sukabumi.
Penangkapan HJ dilakukan di Desa Jayaratu, Kecamatan Sariwangi, Kabupaten Tasikmalaya. Penangkapan ini cukup dramatis, karena pihak Densus 88 harus memastikan tidak ada hubungan langsung dengan sel-sel jaringan terorisme lainnya.
Sekretaris Desa Sukamaju, Hendri Gustiawan mengatakan, HJ memang tercatat sebagai warga Desa Sukamaju, namun dalam penangkapan tersebut, Densus 88 tidak menemukan adanya indikasi yang mengarah pada kerjasama dengan jaringan terorisme lain.
“HJ sepertinya bukan orang baru dalam organisasi teroris yang diduga terkait, yaitu Negara Islam Indonesia (NII). Barang bukti yang berhasil diamankan di kediaman HJ makin menguatkan dugaan keterlibatan yang cukup serius,” kata dia, Senin (30/12/2024).
Senjata api yang ditemukan berbentuk pulpen, serta buku-buku jihad yang diduga digunakan untuk menyebarkan ideologi ekstremis. Hendri juga mengonfirmasi bahwa barang-barang bukti ini telah dibawa ke Kantor Desa Sukamaju untuk dilakukan identifikasi lebih lanjut oleh pihak berwenang.
“Keberadaan senjata api berbentuk pulpen ini menunjukkan bahwa HJ memiliki persiapan yang matang dalam merencanakan tindak terorisme dengan cara yang lebih tersembunyi,” ujarnya.
Berdasarkan informasi dari Densus 88, HJ memiliki peran yang lebih tinggi dalam struktur organisasi NII dan lebih dikenal sebagai anggota yang memiliki posisi bintang empat. Peran HJ lebih kepada pengelolaan dan pengembangan jaringan, bukan pelaku utama dalam aksi-aksi teror yang terjadi di lapangan.
Selama tinggal di Desa Sukamaju sejak 2010, HJ dikenal sebagai sosok yang jarang berinteraksi dengan warga setempat dan sering pergi ke luar kota, meskipun terkadang ikut dalam kegiatan sosial seperti kerja bakti.
Sementara itu, istri dan anak-anak HJ diketahui tidak terlibat dalam kegiatan terorisme yang dilakukan oleh HJ. Istri HJ dikenal aktif dalam kehidupan sosial masyarakat dan bahkan berprofesi sebagai guru madrasah di daerah tersebut.
Meskipun HJ memiliki latar belakang yang terkait dengan kegiatan terorisme, keluarga terdekatnya tidak terlibat langsung dalam tindakan ekstremis tersebut. Hendri juga menegaskan bahwa warga desa sangat berharap agar peristiwa ini tidak merusak nama baik komunitas mereka. (UM)





