seputarankita.com -Peringatan Milad ke-50 Majelis Ulama Indonesia (MUI) Kota Sukabumi yang dirangkaikan dengan Gebyar Muharram 1447 H, menjadi momentum penuh makna. Acara yang digelar di Gedung Pusat Kajian Islam (Puskaji), Sabtu (26/7/2025), bukan sekadar seremonial, tapi juga ajang penegasan komitmen bersama dalam merawat harmoni sosial dan ukhuwah keislaman.
Ketua MUI Kota Sukabumi, KH Ahmad Nawawi Sadili, dalam sambutannya menyampaikan pesan kuat soal pentingnya menjaga persaudaraan, baik di internal umat Islam maupun antarumat beragama.
“Ukhuwah dan kerukunan harus kita jaga bersama. Kita ingin suasana di Kota Sukabumi ini rukun, damai, saling menghormati dan menghargai satu sama lain,” ujarnya di hadapan ratusan undangan lintas tokoh agama dan masyarakat.
Momen Milad Emas MUI ini juga diwarnai dengan penyerahan tiga kado istimewa dari MUI Kota Sukabumi kepada umat dan pemerintah daerah.
Pertama, deklarasi bersama antarumat beragama dan ormas Islam sebagai bentuk kesepahaman dan komitmen menjaga toleransi dan kerukunan di tengah keberagaman.
Kedua, bantuan kepesertaan BPJS Kesehatan gratis untuk 100 ulama dan ustaz yang belum tercakup dalam layanan jaminan kesehatan. Langkah ini dinilai sebagai bentuk nyata kepedulian terhadap para tokoh agama yang menjadi garda terdepan pembinaan umat.
Ketiga, MUI memberikan lukisan kaligrafi tulisan tangan sebagai cenderamata kepada Pemerintah Kota Sukabumi. Lukisan tersebut menggambarkan simbol persatuan umat yang bernaung dalam nilai-nilai Islam yang rahmatan lil alamin.
Dalam kesempatan itu, KH Ahmad Nawawi juga mengumumkan bahwa pengelolaan Gedung Puskaji berikut area parkirnya kini resmi diserahkan sepenuhnya kepada MUI Kota Sukabumi oleh Wali Kota H. Ayep Zaki. Penyerahan ini menjadi hadiah tambahan yang akan memperkuat eksistensi MUI dalam pelayanan umat.
“MUI dan pemerintah harus bersinergi, seperti hubungan suami dan istri, saling menguatkan. Insya Allah Kota Sukabumi akan tetap aman, rukun, dan damai,” pungkasnya.
Acara ditutup dengan doa bersama dan refleksi perjalanan MUI selama lima dekade, yang telah menjadi poros keilmuan, keagamaan, dan penjaga akidah umat di Kota Sukabumi. (bim)





