seputarankita.com – Anggota DPRD Kota Sukabumi dari Fraksi PKB, Agus Samsul, menggelar kegiatan reses di RW 13 Ciseureuh Talang, Kecamatan Gunungpuyuh, Minggu, 1 Juni 2025.
Kegiatan tersebut dihadiri perwakilan warga dari sejumlah RW, antara lain RW 13, RW 11, RW 01, RW 05, RW 06 Kelurahan Karangtengah, serta perwakilan Kelurahan Benteng dan Sukakarya. Dalam sesi dialog, berbagai aspirasi masyarakat mengemuka.
Agus mencatat ada tiga isu utama yang menjadi perhatian yaitu penyediaan sarana air bersih (SAB), dampak regulasi Penerimaan Peserta Didik Baru (PPDB) 2025, serta dukungan pemerintah terhadap aktivitas ekonomi pemuda.
Sorotan utama datang dari warga Kelurahan Karangtengah yang mengeluhkan sistem zonasi PPDB tingkat SMP yang berbasis radius domisili. “Karena wilayah mereka belum memiliki sekolah negeri, banyak anak berpotensi tidak tertampung di SMP negeri,” kata dia.
Agus menyatakan akan segera berkoordinasi dengan instansi terkait agar hak pendidikan masyarakat tidak dikorbankan oleh aturan zonasi. Karena hal itu berpotensi mengamputasi hak-hak anak mendapatkan pendidikan yang layak.
Permasalahan klasik lain yang mencuat adalah minimnya akses air bersih, khususnya di RW 13 Ciseureuh Talang, RW 11 Situawi, dan RW 02 Tegal Wangi.
Warga meminta DPRD memperjuangkan pembangunan sarana air bersih untuk memenuhi kebutuhan dasar yang selama ini belum terpenuhi secara merata.
Selain itu, aspirasi datang dari RW 06 Garung terkait dukungan untuk Taman Baca Masyarakat (TBM). Mereka berharap ada bantuan berupa buku dan lemari agar kegiatan literasi masyarakat semakin berkembang.
Warga juga mendorong adanya program pembinaan usaha dan dukungan modal bagi generasi muda agar lebih produktif dan mandiri secara ekonomi. Agus Samsul menegaskan semua aspirasi akan ia bawa ke forum pembahasan bersama Pemerintah Kota Sukabumi.
Kegiatan reses ini turut dihadiri Ketua DPC PKB Kota Sukabumi, Neneng Salmiah, yang menyatakan dukungan penuh terhadap upaya penjaringan aspirasi dari akar rumput untuk memperkuat peran legislator di tengah masyarakat. UM





