Pemuda Mabuk Jatuh ke Jurang, Buat Framing Jadi Korban Kebrutalan Gerombolan Bermotor

Seorang Pemuda Tanggung Jatuh ke Jurang dalam Keadaan Mabuk. Pelaku Lakukan Framing Seolah-olah Jadi Korban Kebrutalan Gerombolan Bermotor

Seputarankita.com – SUKABUMI – Ramai di medsos dan situs media online, seorang pemuda bernama Muhamad Sahrul Ramdani Atmaja alias Arul warga Cibadak, sempat mencuat ke publik setelah mengaku menjadi korban kebrutalan gerombolan bermotor yang diperkirakan berjumlah 12 orang.

Namun hanya berselang satu hari Polsek Caringin berhasil mengungkap skenario menyesatkan yang di framing orang ini. Usut punya usut ternyata pemuda itu, merupakan bagian dari gerombolan tersebut yang konvoi mengendarai delapan motor dalam kondisi mabuk.

Kapolsek Caringin Ipda Sugiarto menjelaskan, berdasarkan hasil penyelidikan dan pemeriksaan saksi-saksi ternyata kejadian itu adalah rekayasa pelaku untuk menyembunyikan peristiwa sebenarnya.

“Setelah melakukan pemeriksaan dan mendalami pengakuannya, ternyata statement yang sempat disampaikan yang bersangkutan adalah tidak benar dan hanya karangan cerita,” jelas Ipda Sugiarto, Sabtu (4/1/2025).

Lebih lanjut kapolsek menuturkan, ke-12 orang itu konvoi dengan menggeber sepeda motor di tengah perkampungan dalam keadaan mabuk. Masyarakat saat itu mencoba menghentikan aksi mereka yang meresahkan itu.

Merasa ketakutan mereka lari berhamburan menghindari masyarakat yang geram dengan tingkah polah para pemuda tanggung itu. Nahas Sahrul terpisah dari kelompok tersebut dan terjatuh ke dalam jurang.

“Saat dievakuasi warga, dia dalam keadaan mabuk setelah terjatuh saat kebut-kebutan dijalanan. Warga terpicu untuk menghentikannya. Di lokasi juga ditemukan ada dua motor yang tergeletak ditinggalkan pemiliknya yang kabur,” kata Ipda Sugiarto.

Dengan kejadian ini ungkapnya, dia minta kepada warga untuk lebih berhati-hati dalam menerima informasi dari manapun asalnya.Terlebih lagi jika terjadi sebuah peristiwa harus ditelusuri dulu kebenarannya.

“Saya imbau, jika menerima informasi sekecil apapun harus lebih dulu dicek kebenarannya jangan ditelan mentah-mentah. Salah- salah berita atau informasi itu hanya bersifat hoax yang nilai kebenarannya tidak bisa dipertanggungjawabkan,” tegasnya.

BACA JUGA:  Rapat Paripurna Perdana 2025 DPRD Kabupaten Sukabumi Bahas Tiga Raperda

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *