‎Penelitian BRIN Bongkar Jejak Peradaban Kuno di Gunung Tangkil

‎Penelitian BRIN Bongkar Jejak Peradaban Kuno di Gunung Tangkil
Pemerintah Kota Sukabumi bersama BRIN dan berbagai lembaga tengah mendorong pengembangan budaya dan wisata melalui program “One Stop Culture Museum”. FT : Ist

‎seputarankita.com – Pemerintah Kota Sukabumi bersama sejumlah kementerian dan lembaga tengah menggencarkan pengembangan kebudayaan dan pariwisata daerah melalui kegiatan “One Stop Culture Museum” yang berlangsung selama tiga hari.

‎Kegiatan tersebut melibatkan unsur Kementerian Kebudayaan, BRIN, Bappeda, dan Dinas Pariwisata dengan fokus pada kebijakan, penelitian, serta penguatan potensi wisata budaya.

‎Salah satu topik utama yang menarik perhatian adalah hasil penelitian tim BRIN di Gunung Tangkil, yang menyimpan jejak peradaban megalitik bernilai sejarah tinggi.

‎Dari penelitian tersebut ditemukan sejumlah artefak, seperti arca batu, batu dakon, menhir, hingga struktur punden berundak.

‎Pimpinan Ponpes Dzikir Modern Al-Fath KH Fajar Laksana mengatakan, penelitian lanjutan selama lima hari bahkan menggunakan teknologi pemetaan udara untuk mendeteksi kemungkinan struktur bawah tanah di kawasan tersebut.

‎“Hasil foto udara akan memberikan gambaran jelas mengenai bentuk asli situs Gunung Tangkil pada masa lalu. Para ahli yang akan menyimpulkan, saya hanya ikut menyaksikan,” ujar Kiai Fajar.

‎Menurutnya, Gunung Tangkil saat ini masih berstatus kawasan hutan lindung di bawah Kementerian Kehutanan sehingga belum ditetapkan sebagai situs cagar budaya.

‎Namun, jika hasil penelitian udara menunjukkan bukti kuat, maka langkah berikutnya adalah koordinasi lintas kementerian agar kawasan itu bisa dilindungi secara resmi sebagai situs budaya nasional.

‎Selain diskusi kebijakan dan penelitian, kegiatan One Stop Culture Museum juga melibatkan pelajar dan guru dari berbagai sekolah di Sukabumi untuk menumbuhkan kesadaran budaya sejak dini.

‎Peserta diajak mengunjungi destinasi wisata unggulan seperti Kampung Naga, pemandian alam, museum, dan Situ Gunung untuk memperlihatkan kekayaan budaya serta alam Sukabumi.

‎“Sukabumi ini kecil, tapi harus jadi etalase kabupaten. Informasi, kuliner, dan pusat kebudayaan harus berpusat di kota,” tambahnya. Penelitian Gunung Tangkil dilakukan secara mandiri oleh Museum Perawisilangi bersama BRIN.

‎Hasil pemetaan udara diperkirakan rampung dalam satu bulan dan akan dipresentasikan dalam seminar nasional bulan depan sebagai langkah awal menuju penetapan Gunung Tangkil sebagai situs budaya resmi.

BACA JUGA:  Operasi Gabungan Samsat Sukabumi Sasar Ribuan Kendaraan Nunggak Pajak

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *