Daerah  

Ratusan Jiwa Mengungsi, 144 Rumah di Bantargadung Sukabumi Luluh Lantak Akibat Pergerakan Tanah

Ratusan Jiwa Mengungsi, 144 Rumah di Bantargadung Sukabumi Luluh Lantak Akibat Pergerakan Tanah
Peta gambaran lokasi bencana tanah bergerak di Kecamatan Bantargdung / Dok BPBD Kabupaten Sukabumi

seputarankita.com – Badan Penanggulangan Bencana Daerah Kabupaten Sukabumi mencatat jumlah bangunan yang rusak akibat bencana pergerakan tanah di wilayah Kecamatan Bantargadung terus bertambah.

Berdasarkan data yang dihimpun BPBD hingga Senin (9/3/2026), total terdapat 144 bangunan mengalami kerusakan yang tersebar di dua desa, yakni Desa Bantargadung dan Desa Bojonggaling. Selain itu, sebanyak 9 bangunan lainnya dilaporkan berada dalam kondisi terancam.

Manager Pusat Pengendalian Operasi (Pusdalops) BPBD Kabupaten Sukabumi, Daeng Sutisna, dalam keterangan tertulisnya menjelaskan bahwa bencana tersebut juga memaksa ratusan warga meninggalkan rumah mereka.

“Sebanyak 882 jiwa dari 254 kepala keluarga terdampak dan harus mengungsi,” ujarnya.

Ia merinci, sebanyak 107 jiwa dari 33 kepala keluarga memilih mengungsi secara mandiri, kemudian 5 jiwa dari satu keluarga menempati rumah kontrakan, sementara 250 jiwa dari 76 kepala keluarga berada di tenda pengungsian yang didirikan di lapangan sebelah Puskesmas Bantargadung.

Untuk tingkat kerusakan bangunan, di Desa Bantargadung tercatat 61 unit rumah rusak berat, 19 unit rusak sedang, dan 10 unit rusak ringan. Sedangkan di Desa Bojonggaling terdapat 9 rumah rusak berat, 7 rumah rusak sedang, serta 8 rumah rusak ringan.

Sementara itu, Camat Bantargadung, Syarufiddin Rahmat, mengatakan sejak wilayah tersebut ditetapkan sebagai tanggap darurat bencana, berbagai bantuan logistik mulai berdatangan ke posko pengungsian.

Menurutnya, saat ini prioritas utama pemerintah adalah memastikan keselamatan para pengungsi sekaligus memenuhi kebutuhan dasar mereka selama bulan Ramadan.

“Fokus utama saat ini keselamatan para pengungsi dan pemenuhan kebutuhan dasar, terutama saat berbuka puasa dan sahur. Karena itu dapur umum terus kami optimalkan,” jelasnya.

Ia menambahkan, pemerintah kecamatan bersama pemerintah desa setempat saat ini tengah melakukan verifikasi data warga terdampak guna menyalurkan bantuan fasilitas kontrakan.

BACA JUGA:  ‎Lima Bulan Bencana Gempur Kota Sukabumi, Kerugian Tembus Rp1,3 Miliar ‎

Bantuan tersebut rencananya diberikan kepada para penyintas bencana selama enam bulan. Para penerima bantuan nantinya diminta mencari tempat kontrakan secara mandiri.

Program ini disiapkan oleh Pemerintah Kabupaten Sukabumi agar warga terdampak dapat tinggal di tempat yang lebih aman dan nyaman, terutama dalam menjalankan ibadah puasa selama bulan Ramadan. UM

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *