seputarankita.com – Pasca pengesahan Rencana Pembangunan Jangka Menengah Daerah (RPJMD) Kota Sukabumi tahun 2025–2029, Wali Kota Sukabumi Ayep Zaki berencana menggelar pertemuan khusus bersama seluruh ketua fraksi di DPRD dan pimpinan partai politik yang ada di Kota Sukabumi.
Agenda ini akan digelar sekitar pertengahan Agustus 2025 sebagai bagian dari upaya konsolidasi dan sinergi lintas lembaga serta kekuatan politik demi kesuksesan pembangunan Kota Sukabumi ke depan.
Rencana tersebut disampaikan Ayep Zaki usai mengikuti rapat paripurna persetujuan DPRD atas RPJMD 2025–2029 yang berlangsung di Ruang Rapat Paripurna DPRD Kota Sukabumi, Sabtu (24/07/2025).
Pertemuan ini disebut sebagai forum silaturahmi sekaligus wadah strategis untuk menyatukan visi antara eksekutif, legislatif, dan seluruh unsur partai politik terhadap arah pembangunan daerah lima tahun ke depan.
“Pertengahan Agustus kita akan adakan pertemuan khusus. Semua fraksi di DPRD dan seluruh pimpinan partai politik di Kota Sukabumi akan saya undang. Agendanya adalah silaturahmi dan bertukar pikiran, khususnya terkait bagaimana mengimplementasikan lima poin utama RPJMD Kota Sukabumi 2025–2029,” ujar Ayep Zaki.
Lima program prioritas yang dimaksud Ayep menjadi landasan utama pembangunan Kota Sukabumi hingga tahun 2029. Program tersebut meliputi: Peningkatan Pendapatan Asli Daerah (PAD), Peningkatan kesejahteraan masyarakat, Penciptaan lapangan kerja, Penataan kota, Penguatan nilai-nilai inklusif dalam pembangunan.
Ayep menegaskan bahwa seluruh program tersebut dirancang sepenuhnya untuk kepentingan masyarakat Kota Sukabumi. Ia menilai, kolaborasi lintas kelembagaan dan dukungan dari semua partai politik menjadi kunci utama dalam menjamin keberhasilan implementasi program-program tersebut.
“Lima program strategis ini seluruhnya untuk kepentingan rakyat. Saya hanya mampir sebentar di kota ini, lima tahun saja masa tugas saya. Pekerjaan saya hanya ini. Setelah itu saya serahkan kembali kepada wali kota yang akan datang,” kata Ayep, menandaskan komitmennya menjalankan RPJMD secara penuh tanpa membawa agenda politik pribadi.
Rencana pertemuan ini juga dipandang sebagai langkah strategis untuk meredam berbagai perbedaan pendapat dan dinamika yang sempat mengemuka selama pembahasan RPJMD antara legislatif dan eksekutif. Ayep memastikan bahwa tidak ada konflik antar lembaga, melainkan perbedaan perspektif yang wajar dalam proses perencanaan pembangunan.
“Pertemuan ini sekaligus memperkuat hubungan baik antara pemerintah kota dengan DPRD dan partai politik. Kalau ada dinamika dalam pembahasan RPJMD, itu biasa saja. Kita semua bekerja untuk satu tujuan: kemajuan Kota Sukabumi,” tuturnya.
Langkah Wali Kota tersebut mendapatkan respons positif dari kalangan legislatif dan tokoh masyarakat, yang melihat upaya ini sebagai bentuk kepemimpinan terbuka dan inklusif.
Pertemuan silaturahmi dan koordinasi dengan fraksi serta partai politik ini menjadi sinyal kuat dari Wali Kota Sukabumi bahwa kepemimpinannya tidak akan berjalan sendiri. Menurut Ayep, suksesnya implementasi RPJMD bukan hanya tanggung jawab pemerintah kota, tetapi juga hasil kerja kolektif dari seluruh pemangku kepentingan.
“Saya mengajak semua pihak, tanpa kecuali, untuk turut serta dalam membangun kota ini. Perbedaan politik itu hal biasa, tapi pembangunan adalah tugas bersama. Mari kita bergandengan tangan untuk masa depan Sukabumi yang lebih baik,” pungkasnya. SZ





