Jembatan Darurat Bojongkopo Diganti Beton, Seluruh Akses Kendaraan Dialihkan

Jembatan Darurat Bojongkopo Diganti Beton, Seluruh Akses Kendaraan Dialihkan
Jembatan darurat yang berada di Bojongkopo akan diganti dengan jembatan beton permanen.

seputarankita.com – Sukabumi – Untuk menghilangkan keraguan masyarakat terhadap kekuatan jembatan darurat yang dibangun pasca amblasnya jembatan utama di Ruas Jalan Cidadap–Kiara Dua, tepatnya di jalan alternatif  Bojongkopo, Desa Loji, Kecamatan Simpenan, Kabupaten Sukabumi, kini struktur penahannya telah diganti dari dengan menggunakan material terbuat dari beton.

“Iya betul, sekarang pakai beton. Ini dilakukan agar masyarakat merasa lebih yakin. Padahal secara kekuatan, sebenarnya tidak jauh beda dengan sebelumnya,” ujar Dedi Mulyadi, petugas lapangan PPK 2.3 Provinsi Jawa Barat dari Kementerian Pekerjaan Umum, Saptu (26/4/2025).

Dedi menjelaskan, kerusakan sebelumnya disebabkan oleh derasnya debit air yang membawa material kayu hingga menghantam jembatan darurat. “Tapi untuk yang sekarang, mudah-mudahan lebih aman dan tidak terseret lagi,” tambahnya.

Saat ini, jembatan darurat sudah dapat dilalui kendaraan roda empat. “Alhamdulillah lancar dan aman. Kendaraan yang melintas juga kita batasi sesuai kesepakatan, maksimal muatan 4 ton,” jelas Dedi.

Sementara itu, jembatan lama atau jembatan utama saat ini mulai dilakukan penutupan karna dilakukan proses perbaikan sedang berlangsung dan dipercepat setelah kunjungan Wakil Presiden RI, Gibran Rakabuming Raka, beberapa waktu lalu.

“Untuk jembatan Cidadap sudah mulai pengerjaan. Alat berat sudah didatangkan, survei sudah dilakukan, gambar perencanaan sudah siap. Sekarang hanya menunggu pergeseran jaringan PLN, mudah-mudahan minggu ini bisa segera dikerjakan,” ungkapnya.

Ia juga menambahkan, langkah cepat langsung diambil pascakejadian amblas, termasuk pengecekan kekuatan tiang pancang sebagai penopang utama jembatan.

“Setelah jembatan amblas, Pj Menteri PU bersama Pak Wakil Presiden langsung turun tangan. Salah-satu fokusnya adalah penguatan tiang pancang agar saat pembongkaran nanti tidak terjadi keruntuhan,” pungkasnya.

BACA JUGA:  SCG & Pemkab Sukabumi Hadirkan Teknologi Hijau Pengolah Sampah

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *