Daerah  

Satu Rumah Panggung di Sagaranten Ludes Dilalap Si Jago Merah, Kerugian Capai Puluhan Juta

Satu Rumah Panggung di Sagaranten Ludes Dilalap Si Jago Merah, Kerugian Capai Puluhan Juta
Sebuah rumah panggung di Sagaranten terbakar hebat yang hanya menyisakan puing-puing reruntuhan dan abu berserakan / FT: Ist

seputarankita.com – Kebakaran hebat menghanguskan satu unit rumah panggung milik warga di Kampung Godebag, RT 27/RW 08, Desa Margaluyu, Kecamatan Sagaranten, Kabupaten Sukabumi, pada Minggu, 15 Maret 2026, sekitar pukul 12.15 WIB.

Peristiwa tersebut diduga dipicu korsleting atau arus pendek listrik.

Berdasarkan laporan Petugas Penanggulangan Bencana Kecamatan (P2BK) Sagaranten, Deniar, rumah berukuran sekitar 7 x 11 meter itu merupakan milik H. Cecep Sukiman (57).

Saat kejadian, rumah dalam keadaan kosong karena pemiliknya sedang berada di sawah.

“Ketika kejadian, Pak H. Cecep dan istrinya sedang bekerja di sawah. Saat kembali ke rumah, bangunan sudah habis dilalap api,” ujar Deniar, Senin 16 Maret 2026.

Salah seorang warga yang juga saksi mata, Sudarjat, mengatakan kepanikan sempat terjadi ketika warga menyadari munculnya kobaran api dari rumah tersebut.

Ia yang saat itu berada di dalam rumah mendengar teriakan warga dari luar dan segera keluar untuk melihat situasi.

Menurutnya, api dengan cepat membesar dan menjalar ke seluruh bagian rumah yang mayoritas berbahan kayu.

Warga setempat berusaha memadamkan api menggunakan peralatan seadanya, namun kobaran api terlalu besar hingga akhirnya bangunan tersebut rata dengan tanah.

Akibat kejadian ini, satu kepala keluarga yang terdiri dari empat orang terpaksa kehilangan tempat tinggal dan sementara mengungsi di rumah kerabat terdekat.

Meski tidak menimbulkan korban jiwa, kebakaran tersebut mengakibatkan kerugian material yang cukup besar. Selain bangunan rumah, seluruh barang milik keluarga korban tidak sempat diselamatkan.

“Dokumen penting seperti SK, ijazah, Kartu Keluarga, dan KTP ikut terbakar. Selain itu uang tunai sekitar Rp6.300.000, enam karung pupuk, serta pakaian milik keluarga korban juga habis terbakar,” jelas Deniar.

BACA JUGA:  Andang Tjahjandi Resmi Jadi Sekda Sukabumi, Ayep Zaki Isyaratkan Rotasi Besar-besaran

Pasca kejadian, tim P2BK Kecamatan Sagaranten langsung mendatangi lokasi untuk melakukan asesmen dan pendataan dampak kebakaran. Penanganan dilakukan bersama unsur pemerintah desa, kecamatan, Koramil, Polsek, Satpol PP, serta petugas pemadam kebakaran.

Petugas juga mengimbau masyarakat agar lebih berhati-hati terhadap potensi kebakaran, terutama dengan rutin memeriksa instalasi listrik di rumah masing-masing.

Sementara itu, untuk membantu meringankan beban korban, pihak P2BK mencatat sejumlah kebutuhan mendesak yang diperlukan keluarga H. Cecep Sukiman, di antaranya bahan material bangunan untuk membangun kembali rumah, bantuan sembako, serta pakaian layak pakai. UM

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *