SMKN 1 Kota Sukabumi Kebanjiran, Sebanyak 10 Ruang Kelas Terendam, 30 Rumah Terdampak

BPBD Kota Sukabumi Bersama Tim Berupaya Menetralisir Banjir yang Terjadi di SMK 1 dan Perkampungan di Sekitarnya

Seputarankita.com – SUKABUMI – Wilayah sekitar SMKN 1 Kota Sukabumi mengalami banjir setelah tanggul yang mengalirkan air ke saluran utama jebol. Kejadian ini menyebabkan air menggenangi area sekolah termasuk ruang kelas dan ruang praktek bengkel. Penyebab utama banjir diduga akibat tersumbatnya saluran air tepat di gerbang sekolah Jumat 22 November 2024, mengakibatkan luapan air membanjiri lingkungan sekolah serta pemukiman warga.

Kepala Pelaksana BPBD Kota Sukabumi, Novian Rahmat Taufik, menjelaskan, satu regu piket yang terdiri dari 13 orang, segera turun ke lokasi untuk melakukan evakuasi dan penyelamatan sedangkan 3 orang diantaranya standby di kantor. Hingga saat ini, lebih dari 10 ruang kelas dan satu ruang praktek bengkel di SMKN 1 Sukabumi terendam air.

Kendati demikian kata dia, beberapa petugas BPBD dibantu oleh relawan dari berbagai organisasi, seperti PMI, SEHATI, SIGAP Dinkes, TRC Gema Keadilan, Rumah Zakat, Sukabumi Berbagi, serta personel Polsek Gunungpuyuh, Koramil Gunungpuyuh, dan unsur dari Kelurahan Selabatu dan Kecamatan Cikole telah bergerak cepat untuk menangani bencana ini.

Tidak hanya di SMKN 1, wilayah RT 08 RW 06 di Kelurahan Selabatu, Kecamatan Cikole, juga terdampak oleh banjir. Sekitar 30 rumah yang dihuni oleh 50 Kepala Keluarga (KK) terendam air.

Sementara itu, warga yang terdampak dan mengungsi tercatat lebih kurang 10 KK. Kondisi ini semakin diperburuk dengan air yang masih deras dan menggenangi bagian atas rumah warga, terutama di dekat area SMKN 1, sehingga data kerusakan rumah belum bisa didokumentasikan secara lengkap.

Taufik menambahkan bahwa pihaknya masih fokus pada upaya evakuasi dan pemulihan area yang terendam air.

“Kami terus berkoordinasi dengan pihak terkait dan memastikan bantuan sampai ke warga yang membutuhkan. Kami juga akan segera melakukan pendataan lebih lanjut untuk menilai kerugian dan langkah-langkah pemulihan pasca-banjir ini,” ujarnya.

BACA JUGA:  Konvoi Kendaraan Hias di Hari Jadi Kabupaten Sukabumi ke-154 Disambut Antusias Warga

Sementara itu, tim tanggap darurat bersama relawan masih berada di lapangan untuk membantu evakuasi warga dan melakukan pemantauan terhadap area yang terdampak banjir. Masyarakat diimbau untuk tetap waspada dan mengikuti petunjuk dari petugas yang berada di lokasi guna mencegah hal-hal yang tidak diinginkan.

“Kondisi banjir ini menjadi perhatian serius bagi pihak berwenang, dan upaya perbaikan saluran air serta pengecekan tanggul yang jebol akan segera dilakukan untuk mencegah kejadian serupa terulang di masa mendatang,” ujarnya.

Kabar terakhir dari Narulita atau biasa disapa Nong, di lokasi tengah dilakukan pengangkatan material sampah dari saluran air. Kata dia, tersumbatnya saluran air itu dikarenakan tidak tersedianya bak kontrol. ” Petugas tengah mengangkat material sampah dari dalam gorong-gorong yang menyebabkan banjir,” ujarnya.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *