seputarankita.com, SUKABUMI- Kepala Badan Pusat Statistik (BPS) Kota Sukabumi, Urip Sugeng Santoso sesalkan atas informasi menyesatkan yang beredar di media sosial, si pemosting mencoba mengaitkan posisi Produk Domestik Regional Bruto (PDRB) dengan angka kemiskinan.
Urip secara tegas mengatakan, PDRB tidak ada hubungan langsung dengan tingkat kemiskinan di suatu daerah. Untuk itu, Dia menekankan pentingnya memahami kedua istilah tersebut secara terpisah agar masyarakat tidak salah kaprah.
” Meskipun, Kota Sukabumi berada di peringkat ketiga terendah dalam hal PDRB. hal ini tidak berpengaruh, pada tingkat kemiskinan di daerah tersebut,” kata Urip
kepada awak media saat diwawancara awak media di kantor BPS Kota Sukabumi pada Senin, (1/10).
Secara gamblang, Urip menerangkan, PDRB mencerminkan nilai produksi dari seluruh kegiatan ekonomi di wilayah tertentu dalam periode tertentu.
” PDRB Itu tidak mencerminkan status kemiskinan,” jelas Urip.
Urip juga menjelaskan bahwa PDRB dihitung melalui dua pendekatan, yaitu produksi dan pengeluaran, yang mencakup 17 sektor ekonomi, seperti pertanian, industri, keuangan, dan jasa.
“Setiap sektor dinilai secara menyeluruh, sehingga tidak bisa disimpulkan bahwa PDRB rendah berarti kemiskinan tinggi,” tambahnya.
Dalam rilis terbarunya, Urip mengungkapkan bahwa angka kemiskinan di Kota Sukabumi mencapai 7,5 persen pada tahun 2023, dengan proyeksi penurunan menjadi 7,2 persen pada tahun 2024.
“Kami berada di posisi 17 dalam ranking kemiskinan, yang lebih baik dibandingkan posisi sebelumnya,” ujarnya.
Dia menekankan bahwa semakin tinggi peringkat yang dicapai, semakin rendah tingkat kemiskinan di daerah tersebut.
” Penjelasan ini diharapkan dapat membantu meluruskan persepsi masyarakat dan merespons informasi yang tidak akurat di media sosial,”kata dia.
Melalui klarifikasi ini, BPS Kota Sukabumi ingin menekankan pentingnya pemahaman yang mendalam mengenai hubungan kompleks antara PDRB dan kemiskinan.
” Dengan memberi informasi yang benar, masyarakat tidak terjebak pada informasi yang menyesatkan.”ucapnya.





