seputarankita.com – Pemerintah Kota Sukabumi terus mengakselerasi transformasi sistem pengelolaan sampah dengan pendekatan ramah lingkungan dan berkelanjutan. Terbaru, Wakil Wali Kota Sukabumi Bobby Maulana melakukan pertemuan strategis dengan PT Semen Jawa (SCG), Selasa (05/08/2025), guna memperkuat rencana implementasi teknologi Refuse Derived Fuel (RDF).
Pertemuan yang digelar di Balai Kota Sukabumi ini merupakan kelanjutan dari peresmian TPSA Cimenteng sebagai calon fasilitas RDF oleh Menteri Lingkungan Hidup RI, Hanif Faisol Nurofik, beberapa waktu lalu.
“Kalau skemanya memungkinkan, saya ingin tahu lebih detail. Target kita jelas, penutupan sistem open dumping paling lambat Desember 2025,” ujar Bobby.
Bobby juga menyampaikan arahan dari Wali Kota agar 30 persen sampah yang sudah dipilah langsung disalurkan ke SCG tanpa harus melalui proses sortir ulang.
Langkah ini diharapkan mempercepat penanganan sampah dan mendukung target Adipura Kencana, di mana aspek pengelolaan TPA dan penghapusan TPS di jalan menjadi syarat utama.
Pihak SCG menanggapi dengan antusias dan menyatakan kesiapan untuk menjadi operator maupun pembeli RDF. Mereka menegaskan RDF sejalan dengan target SCG untuk menghentikan penggunaan batu bara pada 2050. “Saat ini kami sudah berhasil menurunkan konsumsi batu bara hingga 30 persen,” ujar perwakilan SCG.
Kepala Dinas Lingkungan Hidup Kota Sukabumi, Asep Irawan, menyebut kerja sama ini sudah dirintis sejak 2024 melalui MoU. Penyusunan DED RDF pun telah mencapai 80 persen. Namun, ia menyayangkan anggaran dari Kementerian PUPR baru akan tersedia pada 2027.
“Kami tengah cari alternatif, termasuk skema pinjaman luar negeri dan mitra swasta. Usia TPA Cikundul hanya sampai 2026, dan kita tidak bisa menunggu lebih lama,” tegas Asep. (SZ)





