Tembus Level Nasional, Program 12 PAS Kota Sukabumi Jadi Sorotan Khusus Kompas TV

Tembus Level Nasional, Program 12 PAS Kota Sukabumi Jadi Sorotan Khusus Kompas TV
Pemerintah Kota Sukabumi mendapatkan sorotan nasional lewat program '12 PAS' (12 Pemerlu Atensi Sosial), Kamis (5/2/2026). FT : Ist

seputarankita.com – Langkah Pemerintah Kota Sukabumi dalam menangani persoalan sosial kini menjadi sorotan nasional. Program inovatif bertajuk “Ayeuna Waktuna Berbagi Berkah: 12 PAS” (12 Pemerlu Atensi Sosial) menarik perhatian media nasional KOMPAS TV yang melakukan liputan khusus dan wawancara langsung dengan Wali Kota Sukabumi, H. Ayep Zaki, Kamis (5/2/2026).

Berbeda dengan skema bantuan sosial pada umumnya, program ini mengedepankan pendekatan door-to-door. Wali Kota Ayep Zaki bersama Wakil Wali Kota Boby Maulana memilih untuk turun langsung menyisir gang-gang sempit di 31 kelurahan guna memastikan bantuan tidak hanya sampai secara fisik, tetapi juga tepat secara sasaran.

Dalam sesi wawancara di Rumah Dinas Wali Kota, Ayep Zaki mengungkapkan bahwa latar belakang program ini merupakan bentuk akselerasi dari kebijakan Kementerian Sosial. Ia menyoroti fakta bahwa masih ada sekitar 8.900 warga di Kota Sukabumi yang terjebak dalam kategori kemiskinan ekstrem.

“Saya ingin melihat langsung kondisi di lapangan. Di Sukabumi masih ada gang-gang yang motor saja sulit masuk, jalannya becek, dan rumahnya tidak layak huni. Kehadiran kami di sana bukan sekadar memberi bantuan, tapi memetakan program lanjutan seperti perbaikan Rutilahu dan infrastruktur lingkungan,” ujar Ayep Zaki.

Berdasarkan data Dinas Sosial Kota Sukabumi, sejak diluncurkan pada Agustus 2025 hingga Januari 2026, program 12 PAS telah menyentuh 155 penerima manfaat. Kriteria penerima mencakup 12 kategori pemerlu atensi, mulai dari penyandang disabilitas, lansia tunggal, hingga perempuan rentan sosial ekonomi.

Setiap kelurahan mengusulkan lima nama yang telah diverifikasi secara ketat agar tidak terjadi tumpang tindih atau salah sasaran. “Hasil kunjungan lapangan membuktikan bahwa mereka yang didata memang benar-benar layak. Kondisi ekonominya sangat memprihatinkan dan mereka membutuhkan kehadiran negara secara nyata,” tambahnya.

BACA JUGA:  Kampanye Hitam Berseliweran di Medsos, Fahmi: Ayo Beradu Gagasan, Bukan Menebar Kebencian dan Fitnah

Selain sinergi lintas sektor dengan dinas terkait, camat, dan lurah, Wali Kota juga melempar tantangan bagi dunia usaha. Ia mengimbau para pengusaha di Kota Sukabumi untuk menyisihkan minimal satu persen dari keuntungan mereka untuk disalurkan melalui Dinas Sosial.

Langkah ini dipandang sebagai solusi kolaboratif (pentahelix) agar pengentasan kemiskinan tidak hanya bertumpu pada APBD, melainkan menjadi gerakan sosial bersama.

Program 12 PAS ini dirancang untuk beriringan dengan penanganan isu strategis lainnya, seperti penekanan angka stunting dan pengurangan pengangguran. Dengan atensi media nasional, diharapkan pola penanganan kemiskinan yang humanis di Kota Sukabumi ini bisa menjadi role model bagi daerah lain dalam menerjemahkan program pusat ke level akar rumput.Bim

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *