Wabup: Data Lapangan KPM Senjata Utama Pemkab Sukabumi Tekan Stunting

Wakil Bupati Sukabumi H. Andreas mengapresiasi langkah Kader Pembangunan Manusia (KPM) mengolah data stunting sebagai bahan bagi pemerintah untuk melakukan tindakan preventif / FT: Ist

SeputaranKita.com – Upaya percepatan penanganan Stunting di Kabupaten Sukabumi kini semakin diarahkan pada pendekatan berbasis data lapangan.

Hal itu mengemuka dalam audiensi antara Wakil Bupati Sukabumi, H. Andreas, bersama Forum Kader Pembangunan Manusia (KPM) di Pendopo, Rabu, 15 April 2026.

Pertemuan tersebut menjadi momentum penting untuk mengintegrasikan data riil dari desa ke dalam kebijakan pemerintah daerah. KPM yang selama ini bergerak langsung di tengah masyarakat dinilai memiliki peran strategis dalam memetakan kondisi faktual anak-anak berisiko stunting.

Ketua Forum KPM Kabupaten Sukabumi, Timan Sutiman, menegaskan bahwa pihaknya tidak hanya menjalankan pendampingan, tetapi juga melakukan pendataan detail yang menggambarkan kondisi sebenarnya di lapangan.

“Kami hadir membawa data yang benar-benar terjadi di desa. Ini penting agar intervensi yang dilakukan tidak meleset dari sasaran,” ujarnya.

Menurutnya, kader KPM yang tersebar di seluruh desa menjadi kekuatan utama dalam mendukung program konvergensi stunting. Dengan jangkauan hingga tingkat akar rumput, berbagai persoalan gizi dapat terdeteksi lebih dini.

Sementara itu, Wakil Bupati H. Andreas menekankan bahwa keberhasilan penanganan stunting sangat bergantung pada kekuatan kolaborasi lintas sektor. Pemerintah tidak bisa bekerja sendiri tanpa dukungan masyarakat dan pemangku kepentingan lainnya.

Ia menyebut pendekatan Pentahelix sebagai kunci utama dalam mempercepat penurunan angka stunting.

“Data dari KPM ini sangat penting dan akan kami jadikan dasar dalam menentukan langkah kebijakan yang lebih tepat dan terarah,” tegasnya.

Pemkab Sukabumi memastikan seluruh rekomendasi yang disampaikan tidak berhenti sebagai laporan semata, melainkan akan diolah menjadi strategi konkret dalam intervensi program di lapangan.

Dengan penguatan peran kader desa dan dukungan kebijakan yang berbasis data, Kabupaten Sukabumi menargetkan penanganan stunting dapat berjalan lebih efektif dan berkelanjutan. UM

BACA JUGA:  Dukungan Asjap di Pilkada SukabumiTerus Mengalir

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *