Wali Kota Sukabumi Ingin AI Jadi Akselerator Reformasi Kinerja ASN

Wali Kota Sukabumi Ingin AI Jadi Akselerator Reformasi Kinerja ASN
Wali Kota Sukabumi, Ayep Zaki mendorong pemanfaatan teknologi Artificial Intelligence (AI) untuk mempercepat kinerja ASN dan menekan beban belanja pegawai, Jumat (7/11/2025). / FT : Ist

seputarankita.com – Wali Kota Sukabumi, H. Ayep Zaki, mendorong pemanfaatan teknologi Artificial Intelligence (AI) sebagai salah satu instrumen untuk mempercepat kinerja aparatur sipil negara (ASN) serta mengefisienkan tata kelola pemerintahan.

Ia menilai, era digital yang terus bergerak menuntut ASN untuk tidak lagi bekerja dengan pola lama. Pemanfaatan AI menurutnya dapat membantu mempercepat proses kerja yang sebelumnya membutuhkan banyak tenaga manual.

“AI dapat menyelesaikan pekerjaan yang biasanya dilakukan staf dengan lebih cepat dan praktis,” kata Ayep Zaki, Jumat (7/11/2025). Dalam kesempatan itu ia didampingi Kepala BKPSDM, Taufik Hidayah.

Ia juga memaparkan bahwa penggunaan teknologi ini berpotensi menekan beban belanja pegawai, yang saat ini mencapai 49 persen dari total belanja — jauh di atas standar ideal 30 persen.

“Belanja pegawai sekitar Rp520 miliar. Kalau sesuai standar, bisa turun sampai Rp390 miliar,” jelasnya.

Sebagai tahap awal, Pemkot akan menggelar basic training AI pada triwulan pertama 2026. Setelah itu, rencananya akan dikembangkan aplikasi berbasis AI yang disesuaikan dengan kebutuhan internal pemerintahan.

PT Aatra ditunjuk menjadi mitra pelatihan dalam program ini. Evaluasi akan diterapkan secara serius, termasuk pemberian reward maupun sanksi bagi ASN yang mengikuti pelatihan.

“Peserta tidak hanya datang duduk dan mendengar. Hasil pelatihannya akan diuji. Yang punya performa bagus diberi penghargaan, yang tidak disiplin ada sanksinya,” imbuhnya.

Hal ini sejalan dengan ketentuan PP 11/2017, PP 94/2021, serta PP 30/2019 terkait disiplin dan penilaian kinerja ASN. Rotasi jabatan pun bisa dilakukan sesuai regulasi tersebut.

Sementara itu, Kasubbag Umum dan Rumah Tangga UOBK RSUD R. Syamsudin S.H, Deden Suwangsa, mengaku pelatihan ini memberi manfaat langsung.

BACA JUGA:  Bappeda Dorong ASN Terapkan Nilai BerAKHLAK dalam Pelayanan Publik

“Sekarang saya sudah bisa menggunakan AI dengan prompting yang lebih tepat dan spesifik, jadi output yang dihasilkan lebih sesuai kebutuhan,” ungkapnya.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *