Dua Pelajar Kritis Tersambar KA Siliwangi di Sukabumi

Dua Pelajar Kritis Tersambar KA Siliwangi di Sukabumi
Dua Remaja Berstatus Pelajar SMK di Sukabumi, Alami Luka Serius Setelah Sepeda Motor yang Dikendarai Tersambar Kereta Api (KA) Siliwangi di Perlintasan Tanpa Palang Pintu / FT: UM

seputarankita.com – Dua remaja berstatus pelajar SMK di Sukabumi, mengalami luka serius setelah sepeda motor yang mereka kendarai terserempet Kereta Api (KA) Siliwangi di perlintasan tanpa palang pintu.

‎Peristiwa terjadi di Kampung Gandasoli, Desa Cipurut, Kecamatan Cireunghas, Kabupaten Sukabumi, pada Jumat 18 Juli 2025.

‎Kedua pelajar tersebut berinisial SR (17) warga Gedong Panjang, dan MM (16) warga Kampung Gandasoli, segera dilarikan ke RS Hermina Sukabumi dalam kondisi kritis dan membutuhkan perawatan intensif.

‎Berdasarkan keterangan pihak rumah sakit, korban SR mengalami luka di bagian bahu dan paha sebelah kiri. Sementara korban MM mengalami cedera di mata dan kaki kiri.

‎Kasi Humas Polres Sukabumi Kota, AKP Astuti Setyaningsih, menjelaskan bahwa insiden terjadi sekitar pukul 10.30 WIB di KM 64+6/7 jalur KA Siliwangi rute Cipatat–Sukabumi.

‎Saat itu, korban berboncengan pulang sekolah dan hendak menyeberang rel. Namun, motor yang mereka kendarai mendadak mati di atas lintasan, dan bagian belakang kendaraan terserempet kereta yang melintas.

‎“Diduga mereka tidak menyadari kereta datang karena melintas di perlintasan tanpa palang pintu. Benturan mengakibatkan keduanya terpental dan mengalami luka berat,” ujar Astuti, Sabtu 19 Juli 2025.

‎Manajer Humas PT KAI Daop 2 Bandung, Kuswardoyo, membenarkan bahwa lintasan tersebut termasuk perlintasan liar yang tidak dijaga dan tidak dilengkapi alat pengaman.

‎Insiden ini bahkan sempat mengganggu jadwal KA Siliwangi, yang harus berhenti sementara di Stasiun Cireunghas untuk pemeriksaan rangkaian sebelum kembali melanjutkan perjalanan.

‎“Kami terus mengimbau masyarakat agar ekstra hati-hati, terutama saat melintas di perlintasan sebidang. Pastikan berhenti, tengok kanan-kiri, dan hanya melintas jika benar-benar aman,” tegas Kuswardoyo.

‎Peristiwa ini kembali menjadi pengingat keras akan pentingnya peningkatan kewaspadaan serta perlunya pembenahan infrastruktur keselamatan di perlintasan kereta api yang belum terjaga, guna mencegah kecelakaan serupa di masa mendatang. UM

BACA JUGA:  Ribuan Massa Gerakan Amarah Rakyat Guncang Sukabumi, Usung 11 Tuntutan

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *