Miris, Jenazah Harus Dipikul Lintasi Sungai Akibat Jembatan Tak Berfungsi

Miris, Jenazah Harus Dipikul Lintasi Sungai Akibat Jembatan Tak Berfungsi
Sebuah video menggambarkan betapa sulitnya masyarakat untuk sampai ke pemakaman umum. Dimana warga memikul keranda jenazah menyeberangi derasnya Sungai Cikarang, Kampung Tanjung, Kabupaten Sukabumi. ‎ ‎Peristiwa ini menggambarkan daruratnya akses warga setelah jembatan penghubung Desa Tanjung, Kecamatan Jampangkulon, dengan Desa Mekarmukti, Kecamatan Waluran, hancur diterjang banjir. ‎ ‎Menanggapi keresahan publik, Pemerintah Kabupaten Sukabumi menegaskan komitmennya untuk segera membangun kembali Jembatan Tanjung. Proses pembangunan dijadwalkan mulai September atau Oktober 2025. ‎ ‎Kepala Desa Tanjung, Dasep Taofiqul Hikmah, menyebutkan tim teknis dari Dinas PU Provinsi Jawa Barat dan DPU Kabupaten Sukabumi telah turun langsung melakukan survei, pengukuran, dan perancangan gambar. ‎ ‎“Insya Allah rencananya September atau Oktober mulai dikerjakan,” ungkap Dasep, Kamis (28/8/2025). ‎ ‎Camat Jampangkulon, Dading, menegaskan Jembatan Tanjung merupakan akses vital warga. ‎ ‎“Ini satu-satunya jalur yang menunjang aktivitas masyarakat, baik ekonomi, pendidikan, maupun kesehatan. Bahkan akses ke rumah sakit jauh lebih dekat jika lewat jembatan ini,” katanya. ‎ ‎Menurut Dading, jembatan ini sudah dua kali putus dalam waktu kurang dari setahun. ‎ ‎Setelah rusak berat pada Desember 2024, warga sempat membangun jembatan darurat secara swadaya. Namun pada Maret 2025, jembatan kembali hanyut tersapu banjir. ‎ ‎Untuk tahap awal, pemerintah akan membangun kembali jembatan gantung serupa dengan sebelumnya. ‎ ‎Namun, masyarakat berharap agar ke depan terealisasi jembatan permanen yang lebih kokoh dan dapat dilalui kendaraan roda empat. ‎ ‎“Minimal akan dibangun jembatan gantung seperti dulu, dan kami berharap bisa terealisasi jembatan permanen,” tutup Dading. ‎ ‎Kini, warga menanti janji pemerintah, berharap tragedi memilukan seperti menggotong keranda menyeberangi sungai tak lagi terulang. UM ‎

seputarankita.com – Sebuah video menggambarkan betapa sulitnya masyarakat untuk sampai ke pemakaman umum. Dimana warga memikul keranda jenazah menyeberangi derasnya Sungai Cikarang, Kampung Tanjung, Kabupaten Sukabumi.

‎Peristiwa ini menggambarkan daruratnya akses warga setelah jembatan penghubung Desa Tanjung, Kecamatan Jampangkulon, dengan Desa Mekarmukti, Kecamatan Waluran, hancur diterjang banjir.

‎Menanggapi keresahan publik, Pemerintah Kabupaten Sukabumi menegaskan komitmennya untuk segera membangun kembali Jembatan Tanjung. Proses pembangunan dijadwalkan mulai September atau Oktober 2025.

‎Kepala Desa Tanjung, Dasep Taofiqul Hikmah, menyebutkan tim teknis dari Dinas PU Provinsi Jawa Barat dan DPU Kabupaten Sukabumi telah turun langsung melakukan survei, pengukuran, dan perancangan gambar.

‎“Insya Allah rencananya September atau Oktober mulai dikerjakan,” ungkap Dasep, Kamis (28/8/2025).

‎Camat Jampangkulon, Dading, menegaskan Jembatan Tanjung merupakan akses vital warga.

‎“Ini satu-satunya jalur yang menunjang aktivitas masyarakat, baik ekonomi, pendidikan, maupun kesehatan. Bahkan akses ke rumah sakit jauh lebih dekat jika lewat jembatan ini,” katanya.

‎Menurut Dading, jembatan ini sudah dua kali putus dalam waktu kurang dari setahun.

‎Setelah rusak berat pada Desember 2024, warga sempat membangun jembatan darurat secara swadaya. Namun pada Maret 2025, jembatan kembali hanyut tersapu banjir.

‎Untuk tahap awal, pemerintah akan membangun kembali jembatan gantung serupa dengan sebelumnya.

‎Namun, masyarakat berharap agar ke depan terealisasi jembatan permanen yang lebih kokoh dan dapat dilalui kendaraan roda empat.

‎“Minimal akan dibangun jembatan gantung seperti dulu, dan kami berharap bisa terealisasi jembatan permanen,” tutup Dading.

‎Kini, warga menanti janji pemerintah, berharap tragedi memilukan seperti menggotong keranda menyeberangi sungai tak lagi terulang. UM

BACA JUGA:  DPRD Kabupaten Sukabumi Konsolidasikan Pembahasan Raperda RPJMD 2025–2029 Lewat Paripurna Ke-20

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *