Petani Sukabumi Tewas Kesetrum Jebakan Babi Buatannya Sendiri

Petani Sukabumi Tewas Kesetrum Jebakan Babi Buatannya Sendiri
Seorang petani tewas mengenaskan setelah kesetrum jebakan yang dibuatnya sendiri di kebun miliknya / FT: Ist

seputarankita.com – Nasib tragis menimpa Sudrajat (43), petani asal Kampung Margamukti, Desa Girimukti, Kecamatan Ciemas, Kabupaten Sukabumi.

‎Ia ditemukan tewas di kebun miliknya, Sabtu (11/10/2025), diduga akibat tersengat listrik dari jebakan babi hutan yang dipasang sendiri.

‎Kapolsek Ciemas, AKP Deni Miharja, menjelaskan, jasad korban pertama kali ditemukan anaknya, Rusman (22), sekitar pukul 10.00 WIB.

‎Pencarian dilakukan setelah keluarga curiga karena Sudrajat tidak pulang sejak Jumat, padahal biasanya ia kembali setiap akhir pekan.

‎“Saksi mencium bau menyengat di area kebun. Setelah ditelusuri, korban ditemukan dalam posisi telungkup sudah tidak bernyawa,” ungkap AKP Deni, Senin, 13 Oktober 2025.

‎Kerabat korban, Ridwan (43), mengaku sempat menegur Sudrajat beberapa hari sebelumnya terkait bahaya perangkap listrik tersebut.

‎Bahkan, pemerintah desa sudah mengimbau warga agar tidak menggunakan metode berisiko tinggi itu untuk menghalau hama.

‎“Saat saya tanya, dia bilang perangkapnya sudah tidak dialiri listrik,” tutur Ridwan. Jebakan itu diketahui sudah terpasang sekitar lima bulan.

‎Hasil pemeriksaan petugas medis menunjukkan korban meninggal sekitar tiga hari sebelum ditemukan. “Kondisi mayat membusuk, dengan luka bakar di kaki kanan akibat sengatan listrik. Tidak ada tanda kekerasan lain,” kata AKP Deni.

‎Keluarga menolak autopsi dan menerima kejadian itu sebagai musibah. Jenazah Sudrajat langsung dimakamkan hari itu juga. Polisi mengamankan kawat jebakan serta pakaian korban sebagai barang bukti.

‎Peristiwa ini menjadi peringatan keras bagi warga agar tidak lagi menggunakan perangkap listrik untuk menghalau babi hutan di lahan pertanian. UM

BACA JUGA:  Dua Pelajar Kritis Tersambar KA Siliwangi di Sukabumi

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *