Bocah Asal Sukabumi Mengidap Kondisi Langka, Dokter: Butuh Perawatan Jangka Panjang

Bocah Asal Sukabumi Mengidap Kondisi Langka, Dokter: Butuh Perawatan Jangka Panjang
Kelainan fisik dialami bocah bernama Putri sejak lahir mata tidak bisa berkedip dan bibir atasnya tak dapat bergerak / FT: Ist

seputarankita.com – Kondisi Syakira (7), bocah dari Kampung Panagan, Desa Pasir Datar Indah, Kecamatan Caringin, Kabupaten Sukabumi, sungguh memprihatinkan.
‎
‎Sejak lahir, putri dari Aidah (47) itu mengalami kelainan fisik yaitu matanya tidak bisa berkedip dan bibir atasnya tak dapat bergerak, sehingga menyulitkan saat berkomunikasi maupun makan.
‎
‎“Dia sudah begitu sejak lahir. Banyak orang bilang karena keracunan air ketuban, tapi saya belum yakin,” ungkap Aidah, Minggu, 30 November 2025.
‎
‎Berbagai upaya pengobatan telah dilakukan keluarga, namun belum menunjukkan hasil.
‎
‎Kondisi Syakira membuatnya harus dirujuk ke RS Mata Cicendo Bandung, tetapi dokter menyebut kasus tersebut termasuk penyakit langka dan belum dapat ditangani secara maksimal.
‎
‎Meski fungsi penglihatan Syakira masih normal, ketiadaan refleks berkedip membuat matanya sangat rentan iritasi.
‎
‎“Saya sering melarang bermain di luar karena debu bisa membuat matanya merah. Obat tetesnya khusus dari dokter,” ujar Aidah.
‎
‎Bahkan saat tidur, mata Syakira tetap terbuka sehingga ibunya harus berjaga memastikan putrinya bisa beristirahat dengan aman.
‎
‎Camat Caringin, Agus Ridwan Mulyawan, menyatakan Forkopimcam telah mendatangi rumah keluarga Syakira untuk mengecek kondisi langsung dan memberikan pendampingan.
‎
‎Pihak kecamatan juga menyiapkan ambulans desa sebagai akomodasi berobat.
‎
‎Terkait bantuan sosial, Camat Agus mengakui keluarga tersebut belum terdeteksi sebagai penerima karena lokasi rumah yang berada di ujung desa.
‎
‎“Nanti akan dicek kembali melalui PKH. Bantuan dari kecamatan memang tidak ada anggarannya, tapi kami tetap berupaya lewat relawan dan kearifan lokal,” jelasnya.
‎
‎Agus menegaskan pihaknya akan terus mengupayakan jalan bantuan yang memungkinkan bagi Syakira, agar anak itu mendapat penanganan dan perhatian yang lebih maksimal. UM

Penulis dan Editor:

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *