Reses di Warudoyong: Fajar Kontara Temukan Masalah Klasik Bansos yang Belum Merata

seputarankita.com – Anggota DPRD Kota Sukabumi, Fajar Kontara, resmi menutup agenda reses masa persidangan kedua tahun sidang 2025-2026 pada Sabtu (7/2/2026). Dalam pertemuan yang berlangsung di RW 15 Babakadu Pendoy, Kelurahan Dayeuhluhur, Kecamatan Warudoyong tersebut, legislator ini menerima berbagai keluhan krusial mulai dari ketimpangan bantuan sosial (bansos) hingga praktik bank keliling.

Fajar mengungkapkan bahwa persoalan pendidikan, kesehatan, dan sosial masih menjadi isu “klasik” namun bersifat mendesak (urgensi) yang dialami masyarakat. Ia menekankan pentingnya keadilan dalam distribusi pelayanan publik agar tidak ada warga yang merasa terpinggirkan.

“Banyak warga yang mengeluh, seharusnya mereka layak menerima bansos tapi kenyataannya tidak dapat. Ini soal pemerataan dan keadilan,” ujar Fajar.

Menanggapi hal tersebut, ia berkomitmen untuk terus berkoordinasi dengan pengurus RT, RW, hingga kelurahan. Salah satu fokus utamanya adalah memastikan warga kurang mampu terakomodasi dalam BPJS Kesehatan PBI (Penerima Bantuan Iuran).

“Bila ada warga yang belum punya BPJS PBI, tetap kita upayakan agar mereka mendapatkan apa yang menjadi haknya,” tegasnya.

Selain masalah kesehatan, mencuat pula laporan mengenai dugaan penahanan dana Program Indonesia Pintar (PIP) oleh oknum guru di salah satu sekolah. Menyikapi informasi sensitif ini, Fajar memilih untuk bersikap hati-hati namun tetap responsif.

“Saya akan cross-check dulu kebenarannya. Saya tidak mau langsung menghakimi sebelum tahu duduk perkaranya. Takutnya ada permasalahan teknis lain, jadi harus dipastikan dulu di lapangan,” katanya.

Salah satu poin paling menarik dalam reses kali ini adalah komitmen Fajar terkait pemberantasan Bank Emok dan bank keliling yang kerap menjerat ekonomi warga. Sebagai bentuk nyata dari janji kampanye, ia berencana mengusulkan regulasi khusus.

“Saya berencana mengajukan Perda Inisiatif di tahun 2027 tentang Pemberdayaan Koperasi dan Anti-Rentenir. Ini adalah langkah konkret untuk melindungi masyarakat dari jeratan utang yang tidak sehat,” jelas Fajar.

BACA JUGA:  Ayep Zaki Tegaskan Pesan Surya Paloh sebagai Panduan Memimpin dengan Integritas

Menutup pernyataannya, Fajar berharap seluruh aspirasi yang dihimpun dapat menjadi motor penggerak perubahan di Kota Sukabumi. Ia memimpikan sistem pelayanan publik yang lebih maju di mana jaminan kesehatan, pendidikan, dan sosial benar-benar terfasilitasi dengan baik.

“Harapannya, pelayanan publik semakin meningkat dan benar-benar hadir untuk kemajuan seluruh masyarakat Kota Sukabumi,” pungkasnya. Bim

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *