Resmi Teken MoU, Santri Al-Khairiah Cihingkik Jadi Garda Terdepan P4GN di Sukabumi

seputarankita.com – Pondok Pesantren (Ponpes) Al-Khairiah Cihingkik mengambil langkah preventif dalam membentengi generasi muda dari ancaman narkotika dan degradasi moral. Melalui unit pendidikan MA dan MTs Al-Khairiah, lembaga pendidikan di Kecamatan Cisaat ini menggelar pembekalan khusus mengenai P4GN (Pencegahan, Pemberantasan, Penyalahgunaan dan Peredaran Gelap Narkotika), Wawasan Kebangsaan, serta Bela Negara.

Kegiatan yang merupakan bagian dari rangkaian pengukuhan Organisasi Intra Sekolah (OSIS) ini ditandai dengan penandatanganan Nota Kesepahaman (MoU) strategis antara pihak sekolah dengan Polres Sukabumi Kota dan BNNK Sukabumi.

Ketua Yayasan Al-Khairiah, M. Ikhsanudin, M.Pd., menegaskan bahwa kolaborasi ini adalah bentuk tanggung jawab moral lembaga dalam mencetak santri yang tidak hanya unggul secara religius, tetapi juga memiliki ketahanan nasional yang kuat.

“Kami ingin menciptakan santriwati yang nasionalis dan memiliki ketahanan moral tinggi. Ini adalah investasi jangka panjang untuk mewujudkan Indonesia Emas 2045,” ujar Ikhsanudin dalam sambutannya. Ia juga mengapresiasi torehan prestasi santri Al-Khairiah, termasuk keberhasilan meraih Juara 2 Hafidz Quran tingkat nasional baru-baru ini.

Dalam sesi materi, perwakilan BNNK Sukabumi mengupas tuntas dampak buruk narkotika bagi kesehatan fisik dan mental. Senada dengan hal tersebut, Satuan Narkoba Polres Sukabumi Kota memberikan edukasi mengenai aspek regulasi dan sanksi pidana.

Polisi mengimbau para santri untuk proaktif dalam melaporkan aktivitas mencurigakan di lingkungan mereka. Langkah ini diharapkan mampu memutus mata rantai peredaran barang haram tersebut sejak dini melalui deteksi masyarakat.

Dari sisi ketatanegaraan, Dewan Pengurus Kabupaten Ikatan Alumni Resimen Mahasiswa Indonesia (DPK IARMI) Sukabumi, Rony M. Samosir, memberikan perspektif mengenai peran santri di era Revolusi Industri 4.0. Menurutnya, bela negara bagi santri masa kini tidak lagi mengangkat senjata, melainkan melalui prestasi dan menjaga persatuan.

BACA JUGA:  Penemuan Bangkai Ikan Paus di Pantai Cibiuk Gegerkan Warga Ciemas

“Santri adalah benteng pertama dalam menangkal ideologi yang bertentangan dengan NKRI dari sudut pandang religi. Kedisiplinan yang sudah diajarkan di pesantren merupakan modal utama dalam bela negara,” tegas Rony.

Berdiri sejak 25 November 1993 di bawah naungan Yayasan Al-Akademia Al-Khairiah Al-Islami, Ponpes yang didirikan oleh Syaik Jusuf Jamal Jamjami ini terus berkembang menjadi pusat keunggulan di Sukabumi.

Dengan kurikulum terintegrasi yang memadukan pendidikan nasional dan nilai kepesantrenan, Al-Khairiah fokus mencetak penghafal Al-Quran (Hafidz) yang melek Ilmu Pengetahuan dan Teknologi (IPTEK) serta memiliki akhlakul karimah.(Bim)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *