Pamer ‘Cuan’ dan Joget Tanpa APD di Dapur Pemerintah, Satu Titik Satuan Pelayanan Gizi Resmi Ditutup Sementara

seputarankita.com – Program unggulan Makan Bergizi Gratis (MBG) tengah menjadi sorotan tajam netizen. Hal ini dipicu oleh sebuah video viral yang memperlihatkan seorang pria berjoget di dalam dapur Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) sambil mengeklaim mendapatkan insentif fantastis sebesar Rp6 juta per hari.

Aksi tersebut memancing reaksi keras dari publik, terutama terkait standar higienitas dapur dan etika pengelolaan program pemerintah yang seharusnya berfokus pada pengentasan stunting, bukan ajang pamer keuntungan pribadi.

Video yang diunggah ulang oleh akun @wowbekasi pada Rabu (25/3/2026) memperlihatkan perbedaan kontras di dalam dapur. Saat para petugas Sarjana Penggerak Pembangunan Indonesia (SPPI) sibuk memorsikan makanan dengan Alat Pelindung Diri (APD) lengkap, pria tersebut justru asyik berjoget tanpa masker, pelindung kepala, maupun sarung tangan.

Padahal, area dapur MBG merupakan zona steril yang wajib mematuhi standar keamanan pangan (food safety) ketat untuk menjamin kesehatan anak-anak penerima manfaat.

Wakil Kepala Badan Gizi Nasional (BGN), Nanik Sudaryati Deyang, mengonfirmasi bahwa pihaknya telah mengidentifikasi sosok dalam video tersebut. Nanik mengungkapkan bahwa pria tersebut merupakan mitra yang memegang lisensi untuk tujuh titik SPPG, meski baru satu yang beroperasi.

“Satu yang sudah berjalan itu kami suspend (bekukan). Alasan utamanya karena salah layout dapur yang tidak sesuai petunjuk teknis (juknis). Enam titik lainnya yang belum jalan akan kami awasi sangat ketat,” tegas Nanik dalam keterangannya, Selasa (24/3).

Nanik menyayangkan tindakan mitra yang menjadikan fasilitas negara sebagai konten media sosial tanpa mengindahkan prosedur. Ia menekankan bahwa program MBG memiliki misi suci untuk mencerdaskan generasi bangsa, sehingga tidak elok jika dikomodifikasi untuk kepentingan konten pribadi.

“Saya sangat tidak suka dia bikin konten di dalam dapur tanpa APD, itu jelas salah. Ini bukan bisnis murni untuk cari untung besar, ini program pemerintah. Jangan ada mitra yang aneh-aneh lagi,” tambahnya sebagai peringatan keras bagi mitra pengelola lainnya di seluruh Indonesia.

BACA JUGA:  Hanya Terisi 3 Orang dari Kebutuhan 235, DPRD Sukabumi Soroti Krisis Personel Satpol PP

Kasus ini menjadi pintu masuk bagi BGN untuk melakukan audit menyeluruh terhadap standarisasi SPPG di berbagai daerah. Selain persoalan teknis tata letak dapur, BGN juga akan menertibkan aturan dokumentasi di area produksi guna memastikan tidak ada pihak luar yang bisa mengintervensi zona steril dapur gizi.

Hingga berita ini diturunkan, satu titik layanan milik pria tersebut masih dalam status pembekuan hingga memenuhi seluruh persyaratan teknis yang tercantum dalam Juknis Badan Gizi Nasional.(Bim)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *