Daerah  

Program Atensi Sosial, Jadi Formula Tekan Kemiskinan Masyarakat

Program yang digagas Pemkot Sukabumi tersebut diharapkan mampu membantu menekan angka kemiskinan dan pengangguran di daerah/FT;IST

seputarankita.com- Pemerintah Kota Sukabumi terus mendorong program Atensi Sosial sebagai bentuk kepedulian terhadap masyarakat yang membutuhkan. Program yang digagas Pemkot Sukabumi tersebut diharapkan mampu membantu menekan angka kemiskinan dan pengangguran di daerah.

Wali Kota Sukabumi, Ayep Zaki, menjelaskan bahwa Atensi Sosial berbeda dengan bantuan sosial yang selama ini diberikan pemerintah pusat. Program tersebut lahir dari semangat gotong royong masyarakat yang ingin membantu sesama melalui wadah yang difasilitasi pemerintah daerah.

“Kalau bantuan sosial itu dari pemerintah pusat. Kalau Atensi Sosial ini diperakarsai oleh Pemkot, tetapi dananya berasal dari re-reongan atau gotong royong dari masyarakat yang ingin memberikan sedekahnya,” ujar Ayep kepada wartawan seputarkita.com ditengah acara berbagi berkah 12 PAS di wilayah Kecamatan Warudoyong (10/6).

Ia memastikan penyaluran bantuan dilakukan berdasarkan data yang telah diverifikasi oleh pekerja sosial dari Dinas Sosial sehingga penerimanya sesuai dengan kondisi di lapangan.

“Sudah ada datanya dan dilakukan oleh pekerja sosial dari Dinas Sosial. Insya Allah tidak ada salah sasaran,” katanya.

Menurut Ayep, program tersebut merupakan salah satu bentuk intervensi pemerintah daerah dalam membantu masyarakat yang masih membutuhkan perhatian sosial. Ia optimistis dampaknya akan terlihat pada penurunan angka kemiskinan dalam beberapa tahun ke depan.

“Saya optimis. Nanti kita lihat pada 2027 apakah angka kemiskinan kita turun atau tidak,” ungkapnya.

Selain fokus pada penanganan kemiskinan, Pemkot Sukabumi juga terus berupaya menekan angka pengangguran. Upaya tersebut dilakukan seiring dengan peningkatan Pendapatan Asli Daerah (PAD) yang diharapkan mampu memperkuat berbagai program pembangunan dan pemberdayaan masyarakat.

“Sejalan dengan kenaikan PAD, kita akan terus melakukan intervensi terhadap pengangguran. Beberapa masyarakat juga diarahkan untuk memperoleh kesempatan kerja,” jelasnya.

BACA JUGA:  Jawaban Wali Kota Atas Pandangan Umum Fraksi Tentang RPJPD dan RPPLH

Dalam kesempatan yang sama, Ayep juga menyoroti capaian opini Wajar Tanpa Pengecualian (WTP) yang kembali diraih Pemerintah Kota Sukabumi. Menurutnya, keberhasilan mempertahankan opini WTP selama 12 kali berturut-turut menjadi bukti komitmen pemerintah dalam menjaga tata kelola keuangan daerah yang baik.

“WTP sudah 12 kali berturut-turut dan insya Allah akan terus kita pertahankan. Tahun 2027 harus lebih baik dari tahun 2026,” tegasnya.

Ke depan, Pemkot Sukabumi menargetkan peningkatan kreativitas fiskal agar menjadi salah satu yang terbaik di Jawa Barat. Selain itu, pemerintah daerah akan terus mengawal sejumlah indikator strategis pembangunan, mulai dari penurunan stunting, kemiskinan ekstrem, pengangguran, pengendalian inflasi hingga penguatan kapasitas fiskal daerah.

“Kita terus mengawal stunting, kemiskinan ekstrem, pengangguran, inflasi, dan kreativitas fiskal. Itu yang menjadi fokus pembangunan Kota Sukabumi ke depan,” pungkasnya. (R)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *