Bank Indonesia Tahan Suku Bunga Acuan 5,50%: Menanti Momen Tepat di Tengah Inflasi Rendah

Bank Indonesia Tahan Suku Bunga Acuan 5,50%: Menanti Momen Tepat di Tengah Inflasi Rendah
Bank Indonesia Tahan Suku Bunga Acuan 5,50%: Menanti Momen Tepat di Tengah Inflasi Renda. Foto : Ist

Seputarankita.com – Pada 18 Juni 2025, Bank Indonesia (BI) memutuskan untuk menahan suku bunga acuan (7-day reverse repo rate) di level 5,50%, setelah beberapa bulan pasar menanti potensi pemangkasan. Langkah ini diambil sebagai bentuk kehati-hatian BI dalam menjaga stabilitas moneter di tengah ketidakpastian global.

Keputusan ini terjadi meskipun tingkat inflasi nasional berada pada posisi rendah, yakni 1,6% (year-on-year) pada Mei 2025, yang berada jauh di bawah target tahunan. Namun, menurut pernyataan resmi dari BI, penurunan suku bunga akan dilakukan pada waktu yang tepat, setelah mempertimbangkan berbagai faktor risiko seperti stabilitas nilai tukar rupiah serta dinamika ekonomi global.

Gubernur BI menyampaikan bahwa fokus utama saat ini adalah menjaga daya saing rupiah, terutama terhadap tekanan eksternal seperti perubahan arah kebijakan suku bunga bank sentral Amerika Serikat dan ketegangan geopolitik global yang masih berlangsung. Meski ruang pelonggaran moneter tetap terbuka, BI menegaskan tidak ingin terburu-buru dalam mengambil kebijakan yang bisa berdampak pada stabilitas makroekonomi secara keseluruhan.

Langkah ini juga mencerminkan sinyal bahwa Bank Indonesia lebih mengutamakan stabilitas nilai tukar dan arus modal asing, terutama di tengah volatilitas pasar keuangan global yang masih tinggi. Dengan mempertahankan suku bunga saat ini, BI berharap tetap bisa mengendalikan inflasi, menjaga nilai tukar, dan sekaligus mendukung pertumbuhan ekonomi nasional secara bertahap.(Za)

BACA JUGA:  Rumah BUMN di INACRAFT 2025: Sinergi untuk UMKM Berdaya Saing Global

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *