Evolusi Bahasa: Kisah di Balik Kata “Stecu”

Evolusi Bahasa: Kisah di Balik Kata "Stecu"
Ilustrasi: Pinterest

seputarankita.com – Sukabumi, 29 April 2025 – Bagi sebagian masyarakat Indonesia, terutama di kalangan anak muda, kata “stecu” mungkin sudah tidak asing lagi. Seringkali digunakan dalam percakapan santai atau media sosial, istilah ini umumnya merujuk pada situasi yang membuat seseorang merasa sangat kesal, jengkel, atau bahkan marah. Namun, tahukah Anda dari mana sebenarnya kata “stecu” ini berasal?

Penelusuran asal usul kata “stecu” menunjukkan bahwa istilah ini kemungkinan besar merupakan plesetan atau perubahan bunyi (disfemia) dari kata bahasa Inggris, “stress you”. Proses perubahan bunyi ini umum terjadi dalam bahasa lisan, di mana kata-kata asing diadaptasi dan diucapkan dengan lafal yang lebih familiar bagi penutur bahasa Indonesia.

“Fenomena perubahan bunyi atau adaptasi kata asing ke dalam bahasa Indonesia itu wajar. Masyarakat kita cukup kreatif dalam memodifikasi kata-kata yang mereka dengar agar lebih mudah diucapkan dan diingat,” jelas Dr. Lintang Kemuning, seorang ahli linguistik dari Universitas Padjadjaran, saat dihubungi melalui sambungan telepon. “Dalam kasus ‘stecu’, kemungkinan besar ada pendengar yang menangkap frasa ‘stress you’ dan kemudian secara spontan atau melalui proses peniruan yang berulang, mengubahnya menjadi ‘stecu’.”

Lebih lanjut, Dr. Lintang menambahkan bahwa perubahan bunyi ini bisa dipengaruhi oleh berbagai faktor, termasuk perbedaan fonetik antara bahasa Inggris dan bahasa Indonesia, serta preferensi lidah penutur. Bunyi konsonan ganda “ss” dalam “stress” dan akhiran “ss” dalam “stress” mungkin terasa kurang nyaman atau asing bagi sebagian penutur bahasa Indonesia, sehingga terjadi penyederhanaan dan perubahan menjadi “stecu”.

Selain teori “stress you”, ada pula kemungkinan lain meskipun lebih kecil. Beberapa spekulasi menyebutkan adanya pengaruh dari bahasa daerah atau dialek tertentu yang memiliki kemiripan bunyi. Namun, bukti linguistik yang kuat untuk mendukung teori ini masih minim. Kecenderungan masyarakat Indonesia untuk memplesetkan atau menyingkat kata-kata bahasa asing menjadi argumen yang lebih kuat untuk asal usul “stecu” dari “stress you”.

BACA JUGA:  ‎Pemkot Sukabumi Perkuat Peran Guru Ngaji dan Marbot, Dorong Gerakan Masjid Berdaya

Popularitas kata “stecu” sendiri diperkirakan mulai meningkat seiring dengan perkembangan media sosial dan platform daring lainnya. Penggunaan bahasa yang lebih informal dan kreatif di dunia maya memfasilitasi penyebaran istilah-istilah baru seperti “stecu”. Kemudahannya diucapkan dan nuansa ekspresif yang terkandung di dalamnya membuat kata ini cepat diterima dan digunakan oleh banyak orang, terutama generasi muda.

Meskipun tergolong bahasa gaul dan tidak baku, keberadaan kata “stecu” dalam percakapan sehari-hari menunjukkan dinamika dan fleksibilitas bahasa. Istilah ini menjadi contoh bagaimana bahasa terus berkembang dan beradaptasi seiring dengan interaksi antar budaya dan perkembangan zaman.

Jadi, lain kali Anda mendengar atau menggunakan kata “stecu”, ingatlah kemungkinan besar akarnya berasal dari frasa bahasa Inggris “stress you” yang mengalami metamorfosis bunyi menjadi lebih akrab di telinga masyarakat Indonesia. Sebuah contoh menarik tentang bagaimana bahasa asing dapat berasimilasi dan menjadi bagian dari kosa kata informal kita. (Bimo)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *