seputarankita.com – Suasana politik di Kota Sukabumi kembali memanas. Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) akhirnya buka suara soal ketegangan dengan Wali Kota Sukabumi, H. Ayep Zaki, yang belakangan ramai jadi perbincangan publik.
Pernyataan sikap resmi disampaikan langsung oleh Ketua DPRD Kota Sukabumi, Wawan Juanda, pada Selasa, 14 Oktober 2205.
Ia menegaskan, dewan merasa tersinggung atas ucapan Wali Kota yang dinilai tidak pantas dan merendahkan martabat lembaga legislatif.
“Kami datang menghadiri pelantikan pejabat eselon II pada 8 Oktober lalu. Sebelum acara dimulai, kami dipanggil ke ruangan khusus. Tapi bukannya sapaan atau salam, kami justru menerima ucapan yang tidak pantas disampaikan oleh seorang kepala daerah,” ungkap Wawan.
Menurutnya, DPRD menghormati setiap perbedaan pendapat dengan pemerintah daerah, namun etika dan tata krama harus tetap dijaga.
“Kami bukan mencari masalah, tapi menjaga marwah lembaga. Karena dalam sistem pemerintahan, legislatif dan eksekutif itu mitra sejajar, bukan atasan dan bawahan,” ujarnya.
Atas kejadian tersebut, DPRD menuntut agar Wali Kota memberikan klarifikasi sekaligus permintaan maaf secara terbuka kepada publik. Langkah itu dinilai penting demi memulihkan kepercayaan masyarakat dan menjaga keharmonisan antar lembaga.
“Ini bukan sekadar persoalan ucapan. Ini soal tanggung jawab moral dan keteladanan seorang pemimpin di hadapan rakyatnya,” tegas Wawan.
DPRD menegaskan tetap berkomitmen bekerja profesional serta mengutamakan kepentingan masyarakat di atas segalanya. “Kami berharap situasi ini jadi pembelajaran bersama. Mari kita saling menghormati demi Kota Sukabumi yang lebih baik,” pungkasnya. UM
Hubungan Memanas, DPRD Minta Wali Kota Sukabumi Klarifikasi dan Minta Maaf





