Hujan Lebat Guyur Sukabumi, BPBD Evakuasi Material Bangunan Ambruk di Warudoyong

Hujan Lebat Guyur Sukabumi, BPBD Evakuasi Material Bangunan Ambruk di Warudoyong
BPBD Kota Sukabumi berjibaku mengevakuasi material bangunan yang ambruk diterjang hujan lebat dan angin kencang / FT: Ist

seputarankita.com – Sebagian atap rumah milik warga di Kelurahan Karangtengah, Kecamatan Gunungpuyuh, Kota Sukabumi, dilaporkan ambruk akibat pelapukan material bangunan.

Penyebab lainnya adalah faktor cuaca ekstrem yang terjadi beberapa hari terakhir diperparah oleh tingginya intensitas hujan dalam beberapa bulan terakhir.

Kejadian bencana non alam tersebut terjadi pada Kamis, 22 Januari 2026 sekitar pukul 04.00 WIB di Jl. Ciseurwuh RT 01 RW 05, Kelurahan Karangtengah.

Bagian rumah yang ambruk memiliki luas terdampak kurang lebih panjang 6 meter, lebar 4 meter, dan tinggi sekitar 2,5 meter.

Laporan kejadian diterima oleh Pusdalops-PB BPBD Kota Sukabumi pada Jumat, 23 Januari 2026 pukul 08.45 WIB.

Menindaklanjuti laporan tersebut, tim BPBD langsung melakukan assessment dan penanganan awal di lokasi kejadian pada pukul 09.45 WIB.

Berdasarkan hasil assessment di lapangan, penyebab ambruknya atap rumah disebabkan oleh kondisi bahan bangunan yang telah mengalami pelapukan cukup lama dan diperburuk oleh curah hujan tinggi.

Rumah terdampak diketahui milik Adie Syaripudin dengan jumlah penghuni satu kepala keluarga atau tiga jiwa. Dalam kejadian ini tidak terdapat korban jiwa maupun warga yang harus mengungsi.

Sedangkan kerugian materiil serta tafsiran tingkat kerusakan hingga saat ini masih dalam proses penghitungan.

Kepala Pelaksana BPBD Kota Sukabumi, Yoseph Sabaruddin, menyampaikan bahwa pihaknya telah melakukan seluruh prosedur penanganan awal sesuai standar operasional.

“Kami terus menjalin berkoordinasi dengan unsur kewilayahan guna memastikan kondisi lokasi tetap aman serta memantau potensi risiko lanjutan,” ujarnya, Jumat, 23 Januari 2026.

Ia mengimbau masyarakat, khususnya pemilik rumah dengan kondisi bangunan lama, agar rutin melakukan pengecekan struktur bangunan.

“Pada bagian atap dan rangka harus sering dicek, terlebih di tengah kondisi cuaca dengan intensitas hujan yang masih cukup tinggi,” kata Yoseph.

BACA JUGA:  4 Ruang Kelas SDN Cilimus, Jampang Tengah Sukabumi Ambruk

Upaya yang telah dilakukan BPBD Kota Sukabumi meliputi penerimaan laporan kejadian, koordinasi dengan aparat setempat, pelaksanaan assessment, serta pelaporan hasil kejadian kepada pimpinan.

Unsur yang terlibat di lapangan antara lain BPBD Kota Sukabumi, unsur Kelurahan Karangtengah, Babinsa Kelurahan Karangtengah, PKK, serta partisipasi warga sekitar.

Situasi akhir di lokasi kejadian dilaporkan aman, assessment dinyatakan clear, dan BPBD Kota Sukabumi tetap bersiaga untuk mengantisipasi kemungkinan kejadian serupa di wilayah lain.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *