seputarankita.com – SUKABUMI – Komunitas Masyarakat Sehat Jiwa dan Hati (SEHATI) berperan besar dalam pembangunan jembatan penghubung Desa Cidadap di Kampung Cikadaka atau Cikanara dengan Desa Loji di Kampung Naringgul, Kecamatan Simpenan kini sudah bisa digunakan oleh warga setempat dan warga di luar kedua desa tersebut.
Anggaran yang digelontorkan mencapai Rp235 juta. Dengan selesainya pembangunan jembatan tersebut diharapkan dapat memberikan kemudahan akses bagi masyarakat.
Founder Komunitas Masyarakat Sehat Jiwa dan Hati (SEHATI), Andri Kurniawan, menjelaskan, pembangunan jembatan ini menjadi prioritas. Pasalnya, pengaduan yang mengeluhkan terhambatnya lalulintas penyebrangan orang banyak disuarakan masyarakat. Bahkan akibat nekad menyebrangi jembatan sebelum dibangun menyebabkan jatuhkan korban jiwa.
“Alhamdulillah, jembatan ini kita bangun dengan dana Rp 235 juta. Kami harap jembatan ini bisa bertahan lebih dari 10 tahun, asalkan terus dirawat oleh masyarakat sekitar,” ungkap Andri, Sabtu, 21 September 2024.
Masih kata Andri, sebelum masuk proses pembangunan diawali dengan survei langsung oleh tim asesor SEHATI berdasarkan laporan masyarakat.
Mereka mendengar keluhan warga terkait kondisi berbahaya yang dihadapi anak-anak saat menyeberangi sungai.
“Kami validasi sendiri ke lokasi dan mempelajari dampaknya. Dana pembangunan ini sepenuhnya berasal dari donatur dan mitra kami, termasuk biaya untuk pasir, batu, dan tenaga kerja yang berasal dari masyarakat,” jelasnya.
Jembatan ini kemudian diserahkan kepada masyarakat sebagai bentuk apresiasi atas kerjasama yang telah terjalin selama proses pembangunannya.
“Kemarin ada yang bertanya tentang kontribusi pemerintah. Alhamdulillah, pemerintah hanya memberikan doa. Tidak ada bentuk dana atau material apapun dari pemerintah yang masuk ke program pembangunan jembatan ini. Kami berharap upaya ini menjadi amal jariah untuk semua relawan, donatur, dan mitra SEHATI yang telah bergotong-royong,” terang Andri.





