Daerah  

Krisis Air Tiga Pekan, Penghuni SLB dan Panti Tuna Netra Terima Bantuan PDAM

PDAM Kota Sukabumi menyalurkan satu tanki air bersih ke SLB A dan Panti Tuna Netra Budi Nurani yang tiga pekan alami krisis air bersih / FT: Ist

 

seputarankita.com – Setelah hampir tiga pekan mengalami krisis air bersih, SLB A Budi Nurani dan Panti Tuna Netra Budi Nurani di Kecamatan Baros akhirnya mendapat bantuan dari Perumda Air Minum (PDAM) Kota Sukabumi.

Bantuan tersebut menjadi angin segar dan motivasi bagi sekitar 50 penghuni panti dan warga sekolah yang selama ini harus berjuang memenuhi kebutuhan air sehari-hari.

Merespons kondisi tersebut, PDAM Kota Sukabumi langsung menyiapkan pengiriman air bersih menggunakan mobil tangki sekaligus merancang solusi jangka panjang melalui pemasangan sambungan air baru.

Direktur PDAM Kota Sukabumi, Dian Afriyandi, mengatakan langkah cepat tersebut dilakukan agar kebutuhan dasar penghuni panti dan aktivitas belajar mengajar di sekolah tidak terganggu lebih lama.

“Tahap pertama kita akan mengirim tangki air ke lokasi. Selanjutnya akan membantu pemasangan saluran pipa. PDAM akan membantu administrasi dan pemasangan saluran baru secara cuma-cuma,” ujar Dian, Rabu, 17 Juni 2026.

Dia menambahkan, volume bantuan air akan disesuaikan dengan kebutuhan di lapangan. PDAM siap menambah pasokan apabila kebutuhan air meningkat.

“Jika kebutuhannya satu tangki ya satu tangki, tetapi jika kebutuhannya lebih akan kita tambah. Ini bentuk respons cepat untuk warga Kota Sukabumi,” katanya.

Tak hanya mengirim bantuan air, PDAM juga membebaskan biaya administrasi dan pemasangan sambungan baru. Pihak sekolah nantinya hanya membayar tagihan air sesuai pemakaian setiap bulan.

Dian menegaskan, langkah tersebut merupakan tindak lanjut dari arahan Wali Kota Sukabumi agar setiap persoalan yang menyangkut kebutuhan masyarakat segera mendapat penanganan.

“Pesan beliau, PDAM harus bergerak cepat menindaklanjuti laporan masyarakat,” tegasnya.

Sementara itu, BPBD Kota Sukabumi turut turun melakukan pemantauan dan koordinasi untuk mengantisipasi dampak musim kemarau yang mulai dirasakan di sejumlah wilayah.

BACA JUGA:  Sekda Sukabumi Serukan Solidaritas ASN untuk Korban Bencana dan Apresiasi Kinerja di Tahun 2024

Komandan Regu BPBD Kota Sukabumi, Kusnawan, mengatakan pihaknya akan terus berkolaborasi dengan PDAM dalam memetakan daerah rawan kekeringan serta menyiapkan langkah antisipasi jika kondisi serupa terjadi di wilayah lain.

“Kami akan terus melakukan monitoring bersama PDAM untuk mengambil langkah-langkah taktis guna mengantisipasi terjadinya krisis air. Informasi mengenai kelangkaan air juga sudah kami terima dari wilayah Kelurahan Sudajayahilir,” ujarnya.

Menurut Kusnawan, pemantauan tidak hanya dilakukan di Baros, tetapi juga di sejumlah titik lain yang berpotensi mengalami kelangkaan air bersih selama musim kemarau berlangsung.

“Insya Allah ke depan kami akan terus berkoordinasi dengan PDAM untuk melakukan langkah-langkah preventif sehingga dampak kekeringan dapat diminimalkan,” pungkasnya.

Kolaborasi cepat antara PDAM dan BPBD ini menjadi bentuk kehadiran pemerintah dalam menjawab kebutuhan masyarakat, terutama kelompok rentan yang sangat bergantung pada ketersediaan air bersih untuk menjalankan aktivitas sehari-hari. UM

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *