seputarankita.com – Lapas Kelas IIB Sukabumi mencatat lonjakan kunjungan selama momen Hari Raya Idul Fitri 1447 H/2026. Dalam tiga hari pelaksanaan, mulai 21 hingga 23 Maret 2026, total 1.568 pengunjung datang untuk bersilaturahmi dengan warga binaan pemasyarakatan (WBP).
Hari pertama kunjungan dihadiri 513 orang, disusul peningkatan signifikan pada hari kedua sebanyak 677 pengunjung. Sementara di hari terakhir, 378 orang tetap antusias memanfaatkan kesempatan bertemu keluarga di dalam lapas.
Setiap pengunjung harus melalui prosedur ketat, mulai dari antrean, verifikasi identitas, hingga pemeriksaan badan dan barang.
Pertemuan tatap muka dibatasi selama 15 menit per sesi guna menjaga ketertiban dan keamanan. Seluruh proses juga didukung Sistem Database Pemasyarakatan (SDP) untuk memastikan akurasi data.
Kepala Lapas Sukabumi, Budi Hardiono, menegaskan pelayanan diberikan secara maksimal dengan tetap mengedepankan keamanan. Seluruh layanan kunjungan juga dipastikan gratis tanpa pungutan biaya.
“Pelayanan harus ramah dan profesional, tapi pengamanan tetap jadi prioritas,” tegasnya, Rabu, 25 Maret 2026.
Untuk menjaga ketertiban, penitipan makanan dibatasi hanya pada hidangan khas Lebaran seperti opor ayam, rendang, ketupat, dan kue kering.
Di balik ketatnya prosedur, suasana haru tak terbendung. Tangis pecah saat keluarga dan warga binaan saling berpelukan, melepas rindu yang lama terpendam. Waktu singkat 15 menit terasa sangat berarti, menjadi penyemangat baru bagi para WBP.
Tak hanya itu, Lapas juga menampilkan produk karya warga binaan seperti bakso, kue kering, keset, hingga telur sebagai bentuk pembinaan kemandirian.
Selama tiga hari, seluruh rangkaian kegiatan berlangsung aman dan kondusif berkat sinergi petugas lapas bersama TNI dan Polri.
Tingginya antusiasme pengunjung menjadi bukti bahwa layanan kunjungan tak sekadar formalitas, tetapi juga menghadirkan nilai kemanusiaan dan kehangatan keluarga di balik jeruji. UM





