seputarankita.com- Sukabumi – Dalam rangka memperkuat pemasaran destinasi wisata di Indonesia, serta meningkatkan jumlah perjalanan wisatawan nusantara, Kementerian Pariwisata (Kemenpar) RI melalui Asisten Deputi Pemasaran Pariwisata Nusantara menyelenggarakan kegiatan Bimbingan Teknis Strategi Pemasaran Pariwisata Nusantara melalui Promosi Desa Wisata. Acara ini digelar di Hotel Augusta, Desa Citepus, Kecamatan Palabuhanratu, Kabupaten Sukabumi, Jawa Barat, Kamis (24/4/2025).
Kepala Bidang Pemasaran Pariwisata Dinas Pariwisata Kabupaten Sukabumi, Luki Mufti, hadir sebagai salah-satu narasumber dalam kegiatan tersebut. Ia menyampaikan bahwa bimtek ini menyasar komunitas desa wisata, pelaku usaha pariwisata, serta masyarakat penggiat wisata yang tergabung dalam berbagai kelompok sadar wisata (Pokdarwis).
“Melalui kegiatan ini, kami berbagi pengalaman dan teori bagaimana sebuah desa bisa dikembangkan menjadi destinasi unggulan. Tidak hanya dari sisi pengelolaan, tapi juga strategi promosi yang tepat,” jelas Luki.
Ia menekankan pentingnya pemulihan pariwisata pasca bencana alam yang beberapa waktu terakhir melanda wilayah Sukabumi. Menurutnya, sektor pariwisata cukup terdampak, terutama dari segi kunjungan wisatawan yang menurun drastis.
“Bencana itu bagian dari ketetapan Tuhan. Namun bagaimana kita menyikapinya sangat penting. Kami mengajak seluruh pengelola wisata untuk bersama-sama melakukan pemulihan, baik secara infrastruktur maupun melalui kampanye pemulihan citra,” ujarnya.
Salah-satu bentuk kampanye yang disorot Luki adalah menyampaikan pesan bahwa jalur wisata di Sukabumi sudah kembali aman dan bisa diakses. Ia menyoroti pentingnya kontra-informasi terhadap peta digital yang sempat menunjukkan kondisi jalanan Sukabumi ‘merah’, yang menyebabkan calon wisatawan enggan berkunjung.
“Perlu ada kampanye berkelanjutan tentang keamanan dan kelayakan destinasi. Informasi seperti itu harus diklarifikasi agar tidak berdampak negatif pada kunjungan,” tegasnya.
Lebih lanjut, ia mengungkapkan bahwa promosi melalui media sosial menjadi strategi utama yang kini diandalkan. Dinas Pariwisata Kabupaten Sukabumi juga menggandeng sejumlah konten kreator untuk memperluas jangkauan promosi, meski diakui belum semua bisa terakomodasi karena keterbatasan anggaran.
“Anak-anak Gen Z sekarang lebih dekat dengan media sosial, dan itu jadi jalur promosi paling efektif hari ini. Selain itu, kami juga aktif mengikuti pameran, lomba, dan memanfaatkan keberadaan duta wisata,” tambah Luki.
Dinas Pariwisata bahkan sempat menggandeng beberapa influencer di sektor pariwisata, baik lokal maupun nasional. Namun keterbatasan dana membuat kolaborasi tersebut masih terbatas.
“Kami sudah bekerja sama dengan beberapa akun pariwisata di Instagram. Ada yang kami hire, tapi memang belum banyak yang bisa dilibatkan secara nasional karena kendala anggaran,” pungkasnya.





