seputarankita.com – Wali Kota Sukabumi, H. Ayep Zaki, menegaskan bahwa kedaulatan birokrasi dan kesejahteraan tenaga pendidik menjadi pilar utama pembangunan kota di bawah kepemimpinannya. Hal ini disampaikan dalam rapat koordinasi strategis bersama BKPSDM dan Dinas Pendidikan di Balai Kota Sukabumi, Kamis (26/02/2026).
Pertemuan yang turut dihadiri Ketua PGRI serta perwakilan guru PPPK paruh waktu ini menjadi panggung pengumuman penting mengenai “angin segar” finansial bagi ratusan tenaga pendidik.
Kabar paling menggembirakan datang dari kebijakan kenaikan insentif guru PPPK paruh waktu. Pemerintah Kota Sukabumi resmi mengerek angka insentif yang semula hanya Rp300 ribu menjadi Rp1,1 juta per bulan.
Bagi 79 guru yang telah mengantongi sertifikat pendidik (serdik), total penghasilan kini menyentuh angka Rp3,1 juta per bulan setelah akumulasi tunjangan profesi. Kebijakan ini juga dirasakan manfaatnya oleh 522 guru non-serdik dan tenaga kependidikan lainnya di lingkungan Pemkot Sukabumi.
“Ini adalah bentuk keberpihakan nyata. Namun, saya minta kebijakan ini dijawab dengan kerja yang jujur, amanah, dan melahirkan inovasi di sekolah masing-masing,” tegas Ayep Zaki.
Wali Kota menyadari bahwa belanja pegawai yang tinggi memerlukan fondasi fiskal yang baja. Oleh karena itu, peningkatan Pendapatan Asli Daerah (PAD) menjadi target harga mati pada tahun 2026.
“Kita tidak ingin pembangunan tersendat hanya karena masalah fiskal. PAD harus naik agar layanan publik, terutama pendidikan, tetap terjaga kualitasnya,” imbuhnya.
Tak hanya soal uang, Ayep Zaki juga menantang para pendidik dan aparatur untuk melakukan lompatan kapasitas. Di tengah disrupsi teknologi, ia menekankan pentingnya adaptasi terhadap Kecerdasan Buatan (AI) dalam proses belajar mengajar dan birokrasi.
Menanggapi kegelisahan para guru terkait keberlanjutan kontrak dan peluang menjadi ASN, Ayep Zaki menjanjikan upaya maksimal melalui penguatan APBD dan koordinasi intensif dengan pemerintah pusat.
“Kita akan berikhtiar bersama. Kekuatan fiskal daerah yang mandiri akan menjadi kunci untuk memperjuangkan status kawan-kawan guru di masa depan,” pungkasnya.(Bim)





