seputarankita.com – Sejarah baru tercipta di Kota Sukabumi dengan hadirnya gedung Dewan Kerajinan Nasional Daerah (Dekranasda) yang representatif untuk pertama kalinya. Gedung yang menjadi pusat promosi produk lokal ini diresmikan langsung oleh Wali Kota Sukabumi, Ayep Zaki, sebagai simbol kemandirian fiskal daerah.
Wali Kota menekankan bahwa pembangunan gedung ini merupakan hasil nyata dari kontribusi masyarakat melalui Pendapatan Asli Daerah (PAD).
“Alhamdulillah, atas kebersamaan dan kekompakan warga, kita berhasil melahirkan gedung Dekranasda ini. Anggarannya 100 persen dari PAD kita, dari pajak dan retribusi daerah. Ini adalah uang rakyat yang kami kembalikan untuk kepentingan rakyat,” ujar Ayep Zaki di sela-sela peresmian.
Selain gedung Dekranasda, Ayep Zaki membeberkan sejumlah rencana pembangunan infrastruktur ambisius pada tahun 2026. Ia menegaskan komitmennya untuk memperbaiki kualitas fasilitas publik dengan standar yang lebih tinggi.
Ayep Zaki juga mengingatkan pentingnya kondusivitas politik dan sosial. Ia mengajak seluruh elemen, mulai dari DPRD, partai politik, hingga ormas, untuk bersatu. “Tugas Wali Kota adalah membangun SDM, infrastruktur, hingga menyelesaikan masalah stunting dan pengangguran. Sehebat apapun pemimpin, tidak akan bisa bekerja sendiri tanpa dukungan masyarakat,” tambahnya.
Dalam kesempatan yang sama, Ketua Dekranasda Kota Sukabumi, Ranty Rachmatilah, menyampaikan visinya agar gedung baru ini menjadi “rumah” bagi seluruh pelaku kreatif dan pengrajin lokal.
“Harapannya, Dekranasda menjadi ajang promosi untuk mengenalkan potensi luar biasa Sukabumi ke daerah lain hingga mancanegara. Kita punya potensi besar seperti Lemka yang sudah mendunia, namun perlu terus diperkenalkan sebagai identitas kota kita,” ungkap Ranty.
Berdasarkan pendataan hingga Desember 2025, tercatat sekitar 200 pelaku usaha yang masuk dalam radar Dekranasda, yang terdiri dari sektor kerajinan tangan (craft), busana (fashion), hingga UMKM kuliner.
“Dominasi saat ini ada pada kerajinan batik, batu mulia, dan boneka rajut. Namun, tidak semua bisa masuk begitu saja. Kami melakukan kurasi ketat terhadap produk yang akan ditampilkan untuk memastikan kualitasnya mampu bersaing secara ekonomi,” jelas Ranty.
Dengan adanya gedung ini, Pemkot Sukabumi berharap roda ekonomi kreatif dapat berputar lebih cepat, sekaligus menjadi bukti nyata bahwa pengelolaan pajak daerah yang tepat sasaran mampu menghadirkan fasilitas yang bermanfaat bagi kemajuan UMKM dan kesejahteraan masyarakat.Bim




