Seputarankita.com – SUKABUMI- Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kota Sukabumi menyiapkan sejumlah langkah untuk meminimalisir dampak bencana yang terjadi di sejumlah wilayah Kota Sukabumi, Selasa (5/11/2024).
Hingga pukul 16.55 WIB, tercatat ada sekitar 31 titik lokasi yang terkena dampak hujan lebat disertai angin kencang dan petir yang menyebabkan bencana berupa banjir, longsor, serta pohon tumbang.
Kepala Pelaksana BPBD Kota Sukabumi, Novian Rahmat Taufik mengungkapkan bahwa tim penanggulangan bencana yang terdiri dari 30 personel telah dikerahkan untuk menangani situasi di lapangan.
Menurut informasi yang dihimpun oleh BPBD, sebagian besar lokasi yang terdampak mengalami banjir limpasan. Di antaranya adalah beberapa kawasan di Kelurahan Benteng dan Kelurahan Sriwidari, seperti di Jalan Otista Gang Pelita 3 dan RT 07 RW 04 Kelurahan Benteng yang dilaporkan tergenang banjir.
Banjir limpasan juga terjadi di sejumlah titik lain, seperti di Jalan Babakan Sirna, Jalan Veteran Gang Persatuan II, dan Perum Nirwana Graha di Dayeuh Luhur. Setidaknya ada lebih dari 10 titik yang dilaporkan mengalami banjir akibat curah hujan yang sangat tinggi dalam waktu singkat.
Selain banjir, beberapa lokasi juga dilaporkan mengalami tanah longsor, seperti di RT 02 RW 03 Kelurahan Karangtengah dan RT 05 RW 14 Kelurahan Cisarua. Tanah longsor di lokasi-lokasi tersebut menyebabkan akses jalan tertutup dan memerlukan penanganan darurat untuk membersihkan material longsoran.
“Kami menerjunkan tim BPBD ke titik-titik lokasi untuk mengamankan area tersebut dan memastikan tidak ada korban jiwa. Tim kami di lapangan terus menyisir sejumlah lokasi yang dianggap rentan dan berpotensi mengancam jiwa masyarakat,” kata Novian.
Tumpukan pohon yang tumbang juga menjadi masalah lain yang timbul akibat cuaca ekstrem ini. Salah satu lokasi yang terdampak adalah di Jalan R.A. Kosasih RT 03 RW 12 Kelurahan Subangjaya, dekat Superindo, yang dilaporkan terhalang oleh pohon tumbang.
Selain itu, terdapat juga laporan terkait tanggul jebol yang terjadi di Gang Gelatik II RT 04 RW 11 Kelurahan Gunpuyuh. Tanggul yang jebol menyebabkan luapan air menggenangi kawasan sekitarnya. BPBD telah mengirimkan tim untuk melakukan penanganan segera, termasuk upaya perbaikan sementara guna mencegah terjadinya kerusakan lebih lanjut.
Hingga saat ini, BPBD Kota Sukabumi terus memantau perkembangan situasi di lapangan dan terus berkoordinasi dengan instansi terkait untuk melakukan evakuasi dan penanganan bencana. Dalam laporan terakhir, tercatat bahwa 30 personil BPBD telah diterjunkan untuk memberikan bantuan di berbagai titik bencana yang terjadi.
“Kami mengimbau masyarakat untuk tetap waspada terhadap potensi bencana susulan, mengingat cuaca ekstrem yang diperkirakan masih akan berlangsung dalam beberapa hari ke depan. Informasikan secepatnya kepada tim kami jika ada potensi bencana yang membahayakan keselamatan warga,” ujarnya.
Tim BPBD juga mengimbau warga untuk segera melapor jika ada potensi bahaya lain yang dapat membahayakan keselamatan, serta tetap mengikuti instruksi dari petugas di lapangan. Ke depan, BPBD akan terus melakukan pendataan lebih lanjut dan memberikan bantuan kepada masyarakat yang terdampak bencana ini.





