Modus Begal Rekayasa di Ciambar Terkuak, Uang Setoran Ludes untuk Judi Online

Modus Begal Rekayasa di Ciambar Terkuak, Uang Setoran Ludes untuk Judi Online
Polsek Nagrak memastikan bahwa insiden dugaan pembegalan di Jalan Pasir Kerak, Desa Cibunarjaya, bukan kejahatan jalanan melainkan rekayasa / FT: Ist

seputarankita.com – Keresahan warga Ciambar, Kabupaten Sukabumi, akhirnya terjawab setelah Polsek Nagrak memastikan bahwa insiden dugaan pembegalan di Jalan Pasir Kerak, Desa Cibunarjaya, bukan kejahatan jalanan melainkan rekayasa seorang pria bernama Agus.

‎Peristiwa yang sebelumnya viral di Facebook, TikTok, hingga grup-grup WhatsApp itu rupanya dibuat untuk menutupi uang setoran paket yang telah ia habiskan untuk bermain judi online.

‎Agus, yang sehari-hari bekerja sebagai pengemudi ojek online sekaligus kurir pesanan TikTok Shop, awalnya mengaku dibegal tiga orang saat melintasi kawasan jembatan tol pada Jumat malam. Ia mengklaim sempat terjadi perkelahian sebelum tas berisi uang Rp2.700.000 dirampas para pelaku.

‎Namun keterangan Agus mulai dicurigai sejak awal. Kepala SPKT Polsek Nagrak, Aipda M. Chusairi, mengatakan bahwa ada kejanggalan dari pernyataan yang disampaikan Agus ketika menjalani pemeriksaan.

‎Keterangan yang berubah-ubah membuka jalan bagi polisi untuk menggali informasi secara lebih mendalam. Dari penyelidikan, terungkap bahwa pada hari kejadian Agus membawa paket dengan total nilai transaksi sekitar Rp3.200.000.

‎Uang tunai Rp2.500.000 yang merupakan setoran dari skema cash on delivery semestinya diserahkan kepada ekspedisi, ditambah Rp700.000 yang dibayarkan konsumen melalui transfer. Namun sebagian besar uang tersebut telah dihabiskan Agus untuk bermain judi online.

‎”Bukti digital pada ponselnya memperkuat kesimpulan penyidik. “Kami menemukan riwayat transaksi top up Rp250.000, Rp300.000, hingga aktivitas penarikan Rp1.000.000. Dalam satu hari uang setoran habis sebanyak itu,” jelas Aipda Chusairi, Jumat, 28 NoNovember 2025.

‎Menurutnya, terdesak karena ekspedisi menagih setoran, pelaku kemudian menyusun skenario pembegalan palsu. Justru mertua Agus, AM, bersama warga yang curiga dengan ceritanya, membawa Agus ke Polsek Nagrak untuk membuat laporan. Dari situlah kebohongan tersebut terbongkar.

‎Di hadapan petugas, Agus akhirnya mengakui seluruh perbuatannya. Ia juga menyampaikan permohonan maaf kepada masyarakat Ciambar yang sempat dibuat khawatir.

‎“Saya mengakui bahwa kejadian begal di Ciambar itu rekayasa saya sendiri karena uang setoran paket sudah saya gunakan. Saya minta maaf kepada masyarakat Kecamatan Ciambar atas kejadian ini,” ujarnya.

‎Pihak kepolisian mengimbau masyarakat untuk tetap tenang dan tidak mudah terpengaruh informasi yang belum pasti kebenarannya, terutama konten yang cepat menyebar di media sosial.

‎Aparat juga meminta warga untuk selalu melakukan verifikasi sebelum menyebarkan kabar yang berpotensi menimbulkan keresahan. UM

BACA JUGA:  Pelajar SMK Jadi Korban Pembacokan, Polisi Masih Dalami Motif Pelaku ‎

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *