Cuaca Ekstrem Terjang Sukabumi, Belasan Rumah Rusak, Akses Jalan Lumpuh di Sejumlah Ti

Cuaca ekstrem melanda Sukabumi beberapa minggu terakhir mengakibatkan belasan rumah rusak dan akses jalan terputus / FT: Ist

Cuaca ekstrem yang melanda wilayah Kabupaten Sukabumi memicu rangkaian bencana berupa angin kencang dan tanah longsor di sejumlah kecamatan.

Dampaknya, sedikitnya 11 rumah warga mengalami kerusakan dan beberapa akses jalan sempat lumpuh akibat tertimbun material longsor.

Direktur Pusdalops BPBD Kabupaten Sukabumi, Daeng Sutisna mengatakan, bencana tersebar di beberapa titik.

Di Kecamatan Kebonpedes, angin kencang merusak rumah warga di Kampung Cikawung, Desa Sasagaran.

Selain itu, satu unit rumah di Kampung Cimuncang, Desa Kebonpedes dilaporkan mengalami kerusakan berat.

“Bencana juga terjadi di Kecamatan Kadudampit, tepatnya di Kampung Salaawi, Desa Citamiang, di mana angin kencang disertai hujan deras menyebabkan kerusakan pada sejumlah rumah warga,” ujarnya, Kamis, 15 April 2026.

Sementara itu di Kecamatan Lengkong, dua rumah warga di Kampung Ciseuseupan, Desa Lengkong, mengalami rusak berat akibat terjangan angin kencang.

Dia menambahkan, secara keseluruhan terdapat lima rumah dengan kategori rusak sedang hingga ringan, sementara sisanya mengalami kerusakan berat.

“Tidak ada korban jiwa maupun luka dalam kejadian ini, namun kerugian material cukup signifikan,” terang dia.

Selain merusak permukiman, hujan dengan intensitas tinggi juga memicu longsor di Kecamatan Nyalindung. Di Kampung Ciseupan, Desa Nyalindung, satu ruas jalan lingkungan amblas sehingga tidak dapat dilalui kendaraan roda empat.

Longsor juga terjadi di Desa Cijangkar, tepatnya di Kampung Legokareuy, yang menutup jalan provinsi. Material tanah sempat menghambat akses warga sebelum akhirnya dilakukan pembersihan secara gotong royong.

Bencana serupa turut terjadi di ruas jalan provinsi Sukabumi–Sagaranten, tepatnya di Kampung Liung Gunung, Desa Kertaangsana. Longsor menyebabkan badan jalan tertutup tanah, meski kini telah berhasil dibersihkan.

Upaya penanganan dilakukan secara kolaboratif antara warga, aparat desa, petugas P2BK, serta unsur TNI-Polri dan relawan untuk mempercepat pemulihan akses dan membantu warga terdampak.

BACA JUGA:  Hindari Jalan Berlubang, Truk Sampah DLH Terguling di Warungkiara

BPBD mengimbau masyarakat untuk tetap waspada terhadap potensi bencana susulan, mengingat kondisi cuaca ekstrem masih berpeluang terjadi dalam beberapa hari ke depan. UM

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *