seputarankita.com – Sejumlah wilayah di Kota Sukabumi dilanda bencana banjir limpasan, longsor, pohon tumbang dan kerusakan bangunan akibat cuaca ekstrem pada Jumat, 05 Desember 2025.
Hujan deras dengan durasi panjang disertai angin kencang memicu genangan di sejumlah titik serta menyebabkan kerusakan rumah warga, infrastruktur lingkungan, hingga akses jalan terhambat.
Pendataan dan penanganan lapangan dilakukan langsung oleh Regu Dua BPBD Kota Sukabumi.
Sebaran banjir tercatat melanda 11 lokasi, termasuk RT 02 RW 05 dan RW 07 Kelurahan Cikole, RT 07 RW 04 Kelurahan Benteng, Perum Pesona Gardenia Asri 1 Subangjaya, serta lingkungan Pesantren Al-Amannah di Dayeuhluhur Warudoyong.
Genangan turut terjadi di Lio Santa Gedongpanjang hingga sempat menutup akses jalan, serta di wilayah Selabatu dengan 11 rumah terdampak dan masih dalam proses validasi jumlah warga.
Enam titik lainnya berada di Nanggeleng, Baros, SMK PASIM, serta wilayah Sriwidari.
Kejadian longsor terdata di tiga titik yakni RW 18 Kelurahan Cisarua, Perumahan Taman Asri Subangjaya, dan Jl. Aminta Azmali Sriwidari.
Longsoran di Cisarua mengancam badan jalan dengan dimensi sekitar panjang 20 meter, lebar 3 meter dan tinggi 10 meter.
Di Perumahan Taman Asri material tanah bergerak selebar 3 meter, sedangkan di Sriwidari sebagian ruas jalan tertutup material longsoran sehingga akses kendaraan terganggu.
Pohon tumbang juga terjadi di RT 07 RW 03 Kelurahan Warudoyong akibat terpaan angin kencang. Pohon berdiameter sekitar 50 sentimeter dengan tinggi 15 meter roboh dan menimpa jaringan listrik SUTR.
Petugas BPBD bersama PLN melakukan penanganan cepat untuk memastikan keamanan aliran kabel dan mencegah gangguan lebih luas pada pasokan listrik warga sekitar.
Dampak cuaca ekstrem turut dirasakan warga di Baros, Subangjaya dan Gunungpuyuh. Atap dapur rumah milik Siti Jubaedah di Baros ambruk dan berdampak pada satu KK berisi tiga jiwa.
Di Subangjaya, sebagian dinding dapur roboh dengan ukuran 6 meter x 3 meter dan menimpa dua KK lima jiwa.
Sementara di Tegal Pari tercatat empat rumah rusak atap, beberapa di antaranya telah dipasang asbes darurat oleh warga setempat.
Kalak BPBD Kota Sukabumi, Yosep Sabaruddin, menyampaikan bahwa cuaca ekstrem dan curah hujan tinggi menjadi pemicu utama kejadian beruntun hari ini.
”Kami terus melakukan monitoring dan pendataan lapangan. Tidak ada korban jiwa ataupun warga mengungsi, namun beberapa rumah mengalami kerusakan dan memerlukan dukungan terpal sementara,” ujarnya, Jumat, 5 Desember 2025.
Upaya penanganan telah dilakukan melalui assessment, pembersihan material longsoran, pengecekan rumah terdampak, serta koordinasi lintas unsur bersama DPUTR, PLN, TNI/Polri, PMI, relawan Sehati, dan pemerintahan wilayah hingga tingkat RT/RW.
Kebutuhan utama saat ini adalah terpal untuk rumah yang mengalami kerusakan atap agar tidak semakin terdampak jika hujan kembali turun.
Situasi terbaru dilaporkan banjir di beberapa wilayah mulai surut, namun tim di lapangan masih bekerja melakukan pendataan kerusakan dan mengantisipasi potensi susulan.
Laporan kejadian ini dihimpun Regu Dua BPBD Kota Sukabumi dan diperbarui pada Jumat, 05 Desember 2025 pukul 20.11 WIB. UM
Hujan Ekstrem Picu Banjir dan Kerusakan Bangunan di Kota Sukabumi





