seputarankita.com – Anggota Komisi II DPR RI, Heri Gunawan, menegaskan bahwa organisasi kemasyarakatan (ormas) perlu mengambil peran lebih aktif dalam menggerakkan perekonomian masyarakat, terutama melalui pemberdayaan Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah (UMKM).
Menurutnya, kontribusi ormas akan semakin terasa apabila mampu menghadirkan program yang berdampak langsung bagi masyarakat.
Pernyataan tersebut disampaikan Heri saat menghadiri sosialisasi bertajuk Pemberdayaan Organisasi Kemasyarakatan dalam Mendukung Program Prioritas Nasional, di sebuah tempat di Kota Sukabumi, Kamis, 30 Juli 2026.
Selain Heri Gunawan, panitia menghadirkan pemateri lain dari Direktorat Jenderal Politik dan Pemerintahan Umum Kementerian Dalam Negeri.
Dalam kesempatan itu, Heri mengungkapkan dirinya sengaja memilih pembahasan mengenai UMKM ketika diberikan sejumlah alternatif tema kegiatan.
Baginya, penguatan sektor usaha kecil merupakan kebutuhan nyata yang harus menjadi perhatian bersama.
“Betul, organisasi kemasyarakatan memiliki jaringan luas hingga tingkat desa dan kelurahan,” ujarnya.
Kondisi tersebut kata dia, menjadi modal besar untuk mendampingi pelaku usaha agar mampu meningkatkan kualitas produk, memperluas pemasaran, serta memperkuat daya saing.
“Program pemberdayaan yang melibatkan ormas akan lebih efektif karena organisasi tersebut memiliki kedekatan dengan masyarakat dan memahami persoalan yang dihadapi di lapangan,” tandasnya.
Karena itu, ia berharap kegiatan sosialisasi tidak berhenti pada penyampaian materi, tetapi menjadi awal lahirnya program-program pendampingan yang berkelanjutan bagi pelaku UMKM.
“Yang dibutuhkan masyarakat bukan hanya seminar atau diskusi, melainkan tindak lanjut yang benar-benar bisa membantu usaha mereka berkembang,” terang Heri.
Sementara itu, Direktur Organisasi Kemasyarakatan Ditjen Politik dan Pemerintahan Umum Kemendagri, Wahyu Chandra Kusuma Purwonegoro, mengatakan Indonesia saat ini memiliki sekitar 663 ribu organisasi kemasyarakatan yang terdaftar.
Di Provinsi Jawa Barat jumlahnya mencapai sekitar 123 ribu ormas. Sementara di Kabupaten Sukabumi tercatat sekitar 666 ormas dan di Kota Sukabumi sekitar 249 ormas, meski jumlah tersebut dapat berubah seiring adanya organisasi baru maupun yang tidak lagi aktif.
Menurut Wahyu, keberadaan ormas harus dipandang sebagai aset pembangunan. Dengan jumlah yang besar dan tersebar di berbagai daerah, ormas dapat menjadi mitra pemerintah dalam menjalankan berbagai program yang berpihak kepada masyarakat.
“Sejarah menunjukkan organisasi kemasyarakatan telah menjadi bagian penting dalam perjalanan bangsa, mulai dari masa perjuangan kemerdekaan hingga pembangunan nasional,” ungkap Wahyu.
Dia juga menyoroti organisasi media sebagai salah satu unsur ormas yang memiliki peran strategis dalam menyebarluaskan informasi, membangun edukasi publik, serta mengawal keberhasilan program pemerintah.
Ia menegaskan bahwa pencapaian program prioritas nasional membutuhkan dukungan seluruh komponen bangsa. Kolaborasi antara pemerintah, organisasi kemasyarakatan, dunia usaha, dan masyarakat menjadi kunci agar manfaat pembangunan dapat dirasakan secara luas.
Melalui sinergi tersebut, pemberdayaan UMKM diharapkan mampu menciptakan pelaku usaha yang tangguh, membuka lapangan pekerjaan, serta memperkuat fondasi ekonomi kerakyatan di daerah maupun tingkat nasional.





