seputarankita.com – Kecamatan Gunungguruh di Kabupaten Sukabumi kini muncul sebagai wilayah strategis dengan segudang potensi yang mampu bersaing di kancah internasional. Mulai dari destinasi wisata unik hingga komoditas pertanian unggulan, kecamatan ini menjadi motor baru penggerak ekonomi kreatif di Jawa Barat.
Sekretaris Kecamatan Gunungguruh, Lia Lidiawati, mengungkapkan bahwa wilayah seluas lebih dari 2.400 hektar yang mencakup tujuh desa ini merupakan lahan subur bagi investasi sektor pertanian, agro, dan pariwisata.
Wisata Karang Para: Transformasi Lahan Tambang
Salah satu ikon yang paling mencolok adalah Wisata Karang Para di Desa Kebonmanggu. Siapa sangka, lokasi yang kini menjadi magnet wisatawan mancanegara ini dahulunya merupakan area bekas tambang.
Masyarakat setempat berhasil menyulapnya menjadi destinasi alam yang estetik dengan berbagai wahana menarik seperti sepeda terbang, sajadah terbang, hingga balon udara. Keberadaan Karang Para kini menjadi pilar ekonomi kreatif bagi warga sekitar melalui pengembangan UMKM lokal.
Selain keindahan alam, Gunungguruh telah lama dikenal sebagai penghasil buah manggis kualitas premium. Komoditas ini bukan sekadar hasil tani biasa, melainkan produk unggulan yang telah menembus pasar internasional dan memberikan kontribusi devisa yang signifikan.
“Gunungguruh terkenal sebagai wilayah penghasil buah manggis yang mampu menembus pasar internasional. Selain itu, kami juga menjadi sentra industri kreatif mebel dan pertanian,” jelas Lia Lidiawati.
Meski kaya potensi, pihak Kecamatan terus mendorong agar pengelolaan wisata dan UMKM bisa lebih profesional, salah satunya dengan menjalin kemitraan bersama pihak ketiga.
Lia berpandangan bahwa kolaborasi antara pemerintah, masyarakat, dan pengusaha akan membuat potensi di tujuh desa—mulai dari Desa Gunungguruh hingga Desa Cibentang—bisa dikelola secara berkelanjutan guna meningkatkan Pendapatan Asli Daerah (PAD).Bim





