Ayep Zaki Tarik Kegiatan FKDB ke Sukabumi Demi Pajak dan Ekonomi Lokal

Ayep Zaki Tarik Kegiatan FKDB ke Sukabumi Demi Pajak dan Ekonomi Lokal
Wali Kota Sukabumi H. Ayep Zaki menghadiri Gathering Tahunan FKDB 2025 di Hotel Bouty. Acara ini jadi ajang silaturahmi dan evaluasi kinerja para pengrajin tempe binaan FKDB se-Indonesia. (FT:Ist)

seputarankita.com – Forum Komunikasi Doa Bangsa (FKDB) menggelar gathering tahunan yang tahun ini berbeda dari biasanya. Untuk pertama kalinya, kegiatan nasional para mitra binaan FKDB digelar di luar Bogor, tepatnya di Kota Sukabumi, Sabtu (26/7/2025), dengan menghadirkan Wali Kota Sukabumi H. Ayep Zaki.

Gathering yang berlangsung di Hotel Bouty itu menjadi ajang evaluasi, konsolidasi, sekaligus pemantik semangat baru bagi para pelaku UMKM, khususnya pengrajin tempe dari seluruh Indonesia yang tergabung dalam jaringan FKDB.

Wali Kota Ayep Zaki, yang juga merupakan pendiri FKDB, menyebut pemindahan lokasi ke Sukabumi sebagai bagian dari strategi ekonomi lokal.

“Selama ini gathering dilakukan di Sentul. Sekarang, karena saya menjabat sebagai Wali Kota, kita tarik ke Sukabumi agar dampak ekonominya dirasakan langsung oleh warga. Pajaknya masuk daerah, UMKM lokal bergerak,” ujarnya.

FKDB selama ini dikenal sebagai pelopor produksi tempe higienis dan bergizi, dengan sistem distribusi yang terintegrasi. Salah satu gebrakannya adalah kerja sama dalam program Makan Bergizi Gratis (MBG) yang kini hadir di 62 dapur komunitas di berbagai kota.

“Kita sudah suplai 62 dapur MBG dari pabrik tempe Azaki. Ke depan, targetnya semua dapur MBG di Indonesia bisa disuplai dari pabrik binaan FKDB,” tambah Ayep.

Dengan mengusung tema “Bangun Karakter, Tumbuhkan Kinerja Melalui Mentality Booster,” kegiatan ini tak hanya membahas produksi dan distribusi, tetapi juga pembangunan mental dan karakter wirausaha.

Di hadapan peserta, Ayep juga mengenang masa-masa sulit saat awal membangun FKDB. Ia mengaku sempat mengalami kegagalan dalam mengelola koperasi dan perusahaan. Namun dari titik nol itu, lahirlah FKDB yang kini menjelma sebagai gerakan ekonomi kerakyatan.

“Saya tidak lagi aktif di struktur FKDB, tapi saya akan terus mendampingi dari sisi kebijakan sebagai wali kota. FKDB adalah bukti bahwa ekonomi bisa dibangun dari bawah, asal punya visi dan karakter kuat,” tegasnya.

BACA JUGA:  Berbagi Berkah di Bulan Ramadan, Jamkrindo Salurkan Bantuan Sosial di Gorontalo

Acara ditutup dengan sesi motivasi, diskusi capaian kinerja, serta penguatan sinergi antar daerah. Para pengrajin tempe dari berbagai wilayah menyatakan komitmennya untuk terus menjaga standar kualitas, memperluas pasar, dan mendukung program pemerintah dalam meningkatkan gizi masyarakat.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *