seputarankita.com – Bencana pergerakan tanah melanda wilayah Kecamatan Bantargadung, Kabupaten Sukabumi, setelah hujan dengan intensitas tinggi mengguyur kawasan tersebut selama beberapa hari terakhir. Kondisi tersebut memicu retakan tanah yang mengancam permukiman warga di Desa Bantargadung dan Desa Bojonggaling.
Mengantisipasi potensi bahaya yang lebih besar, Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Sukabumi bersama unsur TNI, Polri, dan relawan segera melakukan evakuasi terhadap warga yang tinggal di sekitar lokasi terdampak.
Secara keseluruhan tercatat sebanyak 135 kepala keluarga (KK) terdampak oleh peristiwa tersebut. Dari jumlah itu, sebanyak 123 KK atau 419 jiwa terpaksa meninggalkan rumah mereka dan mengungsi ke lokasi yang dinilai lebih aman.
Sebagian warga ditempatkan di lokasi pengungsian yang telah disiapkan pemerintah daerah, tepatnya di area lapangan yang berada di samping Puskesmas Bantargadung, Desa Bojonggaling. Sementara sebagian lainnya memilih mengungsi di rumah kerabat yang berada tidak jauh dari wilayah terdampak, bahkan ada yang menyewa rumah untuk sementara waktu.
Manager Pusat Pengendalian Operasi BPBD Kabupaten Sukabumi, Daeng Sutisna, mengatakan pergerakan tanah yang terjadi menyebabkan kerusakan pada puluhan rumah warga.
“Data sementara, sebanyak 44 unit rumah mengalami kerusakan berat, 25 unit rusak sedang, dan 28 unit mengalami kerusakan ringan. Selain itu, terdapat sekitar 27 rumah lainnya yang berada dalam kondisi terancam jika pergerakan tanah kembali terjadi,” ujarnya, Jumat, 6 Maret 2026.
Meski kerusakan cukup banyak, bencana tersebut tidak menimbulkan korban jiwa maupun korban luka. Namun warga tetap diminta untuk tidak kembali ke rumahnya sebelum kondisi benar-benar dinyatakan aman.
Selain permukiman warga, dampak bencana juga memengaruhi aktivitas pendidikan di sekitar lokasi. Kegiatan belajar di Pondok Pesantren Haryadul Fallah untuk sementara dihentikan dan para santri dipulangkan ke rumah masing-masing.
BPBD Kabupaten Sukabumi hingga kini masih melakukan pemantauan di lokasi serta mengimbau masyarakat untuk meningkatkan kewaspadaan, terutama jika hujan deras kembali mengguyur wilayah tersebut. UM





