Dua Pelajar di Kadudampit Selamat dari Maut Usai Tertimpa Pohon Randu Raksasa

Dua Pelajar di Kadudampit Selamat dari Maut Usai Tertimpa Pohon Randu Raksasa
Dua orang pelajar yang berboncengan sepeda motor nyaris tewas setelah tertimpa pohon randu raksasa / FT: Ist

seputarankita.com – Dua orang pelajar Nur Riski (14) dan Akdan (14) yang tengah berboncengan nyaris tewas tertimpa pohon Randu raksasa di Kecamatan Kadudampit, Kabupaten Sukabumi, Sabtu (24/1/2026).

Boleh jadi kedua orang pelajar tersebut tidak pernah bermimpi akan mengalami kecelakaan se tragis itu.

Peristiwa mencekam itu terjadi di Jalan Situgunung Km 5, Desa Kadudampit, Kecamatan Kadudampit. Mereka berangkat dari arah Cisaat menuju Cigunung.

Tanpa peringatan, pohon randu setinggi sekitar 15 meter tumbang dan langsung menimpa kendaraan mereka. Benturan keras membuat warga sekitar panik.

Puluhan orang yang menyaksikan kejadian itu spontanitas langsung berhamburan ke lokasi kejadian berusaha menyelamatkan kedua korban yang terjepit di bawah reruntuhan batang pohon.

“Waktu itu hujan deras, angin kencang sekali. Tiba-tiba pohon rubuh dan langsung menimpa motor korban. Warga langsung menolong karena kondisinya cukup mengkhawatirkan,” kata Ahmad Junaedi, warga setempat.

Patut disyukuri kedua pelajar tersebut selamat dari maut. Meski mengalami lecet dan memar di bagian kaki, nyawa keduanya terselamatkan.

Korban sempat dilarikan ke fasilitas kesehatan terdekat sebelum akhirnya diperbolehkan pulang ke rumah masing-masing di Kampung Bobojong, Desa Gedepangrango.

Akibat kejadian itu, arus lalu lintas di ruas Jalan Kadudampit lumpuh total. Batang pohon randu menutup seluruh badan jalan, membuat kendaraan dari kedua arah tidak bisa melintas.

Pihak kepolisian bersama Petugas Penanggulangan Bencana Kecamatan Kadudampit dan warga bergerak cepat melakukan penanganan.

Dengan menggunakan mesin gergaji, pohon tumbang berhasil dievakuasi sekitar 30 menit kemudian.

“Setelah evakuasi selesai, arus lalu lintas kembali normal dan bisa dilalui kendaraan,” kata Ahmad Junaedi.

Peristiwa ini menjadi pengingat serius bagi pengguna jalan untuk meningkatkan kewaspadaan, terutama saat cuaca ekstrem melanda wilayah Sukabumi. UM

BACA JUGA:  Enam Nelayan Asal Lampung Selamat dari Amukan Warga Berkat Kesigapan Aparat

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *